Generasi milenial tentu tahu bahwa maskapai Garuda Indonesia kini melayani penerbangan rute jarak jauh non stop, dari Jakarta ke Eropa, entah itu dengan tujuan akhir Amsterdam atau London. Pesawat yang digunakan juga tergolong canggih, yaitu dengan pesawat wide body twin engine Boeing 777-300ER (Extended Range).
Baca Juga: MD-11, Tak Berusia Panjang, Inilah Kado Ulang Tahun Garuda Indonesia Ke-43
Di masa sebelumnya, yaitu pada dekade 80/90an, Garuda Indonesia juga pernah melayani penerbangan ke beberapa kota utama di Eropa dengan jumbo jet Boeing 747-200. Tapi tahukah Anda, bahwa di dekade 60-an, saat belum tersedia pesawat wide body, faktanya Garuda Indonesia sudal berhasil mengibarkan sayapnya ke Benua Biru. Persisnya di tahun 1965, Garuda Indonesia berhasil membuka rute penerbangan Jakarta – Amsterdam, Belanda. Meski tidak non stop, namun faktanya di masa tersebut, pembukaan rute tersebut merupakan pencapaian besar dalam branding maskapai plat merah ini.
Di tahun 1965, Garuda Indonesia terbilang terdepan diantara maskapai-maskapai di belahan Asia Selatan. Dan penerbangan Jakarta – Amsterdam kala itu dilayani oleh pesawat komersial jarak jauh four engine Convair CV-990, jenis pesawat yang terbilang canggih saat itu, di pasaran Convair CV-990 setanding dengan Boeing 707.
Tentang Convair CV-990, di tahun 1960-an, nama pesawat ini ramai diperbincangkan, pasalnya salah satu variannya, Convair CV-990 Coronado baru saja selesai dirakit dan melakukan penerbangan perdana pada 24 Januari 1961. Menurut beberapa laman sumber yang dikutip KabarPenumpang.com, pesawat four engined narrow-body buatan Amerika ini merupakan suksesor dari Convair 880 – berdasarkan request yang dilontarkan oleh pihak American Airlines.
Karena sedang hangat-hangatnya diperbincangkan, wajar saja jika kala itu banyak maskapai yang ingin mengoperasikan Convair CV-990 Coronado – tidak terkecuali flag carrier Garuda Indonesia. Untuk ukuran industri penerbangan Indonesia tahun 1960-an, terbang dengan menggunakan Convair CV-990 Coronado sudah termasuk ke dalam kategori mewah. Pasalnya, sektor kedirgantaraan nasional kala itu masih didominasi oleh pesawat baling-baling yang menggunakan mesin Piston dan Prop-Jet.
Jika menilik ke spesifikasi dasarnya, pesawat ini memiliki panjang sekira 42,59 meter, dengan bentang sayap mencapai 36,58 meter. Adapun kapasitas maksimal dari Convair CV-990 Coronado adalah 149 penumpang dengan empat awak kabin. Convair CV-990 Coronado menggunakan empat buah mesin General Electric CJ805-23B turbofans, yang membuat pesawat ini mampu menembus kecepatan maksimum hingga angka 621 mph atau yang setara dengan 1.000 km per jam – kecepatan jelajah 896 km per jam.
Jika dibandingkan apple-to-apple, Convair CV-990 setara dengan Boeing 707 dan Douglas DC-8. Nah, seperti yang sudah disebutkan di atas, Garuda Indonesia juga pernah menggunakan jasa dari pesawat yang hanya diproduksi sebanyak 37 unit ini. Sekitar tahun 1965, Convair CV-990 “Majapahit” yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia melakukan penerbangan jarak jauh perdananya dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda. Dengan teknologi yang masih serba terbatas kala itu, maka sedikit tidak mungkin rasanya jika pesawat sekelas Convair CV-990 Majapahit milik Garuda Indonesia melakukan penerbangan langsung menuju Belanda.