Setelah Jakarta, apakah daerah di dekatnya seperti Depok akan memiliki transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) atau Light Rail Transit (LRT)? Kemungkinan untuk memiliki transportasi massal ini bisa terealisasi. Pasalnya, studi kelayakan atau feasibilty study (FS) sudah mulai dilakukan Badan Pegelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).
Baca juga: Jelang Beroperasi Penuh, Sebenarnya Berapa Tarif Tiket MRT Jakarta?
“Baru rencana. Ini baru FS-nya. FS MRT atau LRT dari Harja Mukti (Cibubur) sampai Pondok Cina (Beji, Depok). Baru FS-nya yang dibuat,” Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, Kamis (14/3/2019) yang dikutip KabarPenumpang.com dari wartakotalive.com.
Studi kelayakan itu sendiri sudah masuk ke dalam Rencana Induk Transportasi Jakarta (RITJ). Rencananya bila tak ada hambatan MRT ataupun LRT ini akan melintas dan dinikmati warga Depok tahun 2022 mendatang.
Dalam memuluskan proyek tersebut Pemkot Depok telah mengusulkan besaran biaya Rp600 miliar untuk membangun infrastruktur pendukung di wilayah Depok. Dana ini diharapkan dari pihak swasta dalam bentuk kerja sama investasi.
“Yang kami kelola itu APBD Depok, APBD Provinsi, dan dana kementerian. Jadi ada lintas pembiayaaan. Tapi yang paling besar itu dari dana swasta, investasi ya. Sumber pembiayaan itu kan banyak,” kata Dadang.
Dia menambahkan, bila berjalan sesuai rencana, MRT atau LRT yang melintas di Depok akan dikelola oleh swasta.
“Selama ini kalau kayak MRT atau LRT itu kaya investasi kan, misal Harja Mukti ke Pocin investasi oleh investor,” tutur Dadang.
Kehadiran moda transportasi modern itu diharapkan menjadi pilihan lain untuk mendukung mobilitas warga, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan umum demi mengurai kemacetan. Bahkan kehadiran MRT sendiri bukan hanya keuntungan bagi warga ibukota Jakarta melainkan untuk masyarakat yang tinggal di kota penyangga seperti Depok.
Dadang mengatakan, pihaknya tengah membahas rencana pengaktifan rute angkutan umum Depok-Lebak Bulus untuk memudahkan warga Depok menuju Stasiun MRT Lebak Bulus di Jakarta Selatan.
“Kami sudah bicara dengan Transjakarta, kalau Stasiun MRT di Lebak Bulus kami akan mengaktifkan satu jaringan yang dulu (PO) Deborah ya. Kemarin baru satu kali pertemuan, ingin mengaktifkan kembali trayek-trayek yang lama tidak digunakan,” ujar Dadang.
Baca juga: “Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus
Dalam pembahasan itu, Dadang berkeinginan agar pengaktifan rute itu nantinya ada kerjasama antara pengusaha lokal pemilik perusahaan otobus (PO) dengan Transjakarta.
Namun, dia ingin kendali operasi berada dalam satu manajemen.