Thai Airways terus berinovasi semata demi bertahan hidup. Terbaru, maskapai pelat merah Thailand ini mulai merambah ke pasar ritel dengan menjual makanan khas pesawat ke jaringan supermarket atau gerai 7-Eleven di seluruh penjuru Negeri Gajah Putih.
Baca juga: Usai Bangkrut, Thai Airways Kini Bisnis Restoran Khas Hidangan Pesawat! Pelayannya ‘Pramugari’
Menurut kepala katering Thai Airways, Warangkana Luerotewong, seperti dikutip dari Simple Flying, makanan khas pesawat yang dijual Thai Airways termasuk ayam biryani -mewakili menu halal- dan nam phrik long ruea (pasta cabai udang dengan daging babi manis dan ikan renyah). Keduanya merupakan menu andalan maskapai.
Selain itu, Thai Airways juga berencana menjual saus salad minyak biji teh di supermarket besar bahkan tak menutup kemungkinan untuk mengekspornya di masa mendatang.
Meski tak disebutkan detail harganya, namun, besar kemungkinan Thai Airways akan menjualnya dengan harga terjangkau, mengingat segmen pasar dari makanan itu sendiri yang berada di kelas menengah sampai ke bawah.
Rencananya, sajian makanan pesawat khas Thai Airways akan tersedia di seluruh toko 7-Eleven mulai 15 April mendatang, bertepatan dengan liburan Songkran atau Tahun Baru Nasional Thailand berdasarkan perhitungan kalender kuno.
Bila berkaca pada pengalaman sebelumnya, terobosan ini dinilai akan disambut masyarakat luas yang rindu sajian-sajian khas penerbangan.
Pada September tahun lalu, Thai Airways mulai terjun ke berbisnis restoran dengan menghidangkan menu-menu khas penerbangan (in flight meals). Maskapai nasional Thailand itu mengaku, bisnis restoran yang dijajaki merupakan upaya untuk membantu para staf agar tetap bisa berpenghasilan sekalipun hanya sebagian kecil dari jumlah karyawan yang ada.
Restoran buka mulai pukul 7 pagi waktu setempat. Sebelum pukul sembilan, pengunjung hanya bisa memesan berbagai hidangan roti khas penerbangan Thai Airways. Barulah setelah jam sembilan, pengunjung bisa mencicipi berbagai menu internasional yang biasa disuguhkan, seperti Caesar Salad, Japanese yakisoba, dan shwarma kebabs dengan harga cukup terjangkau mulai £2 atau Rp38 ribuan (kurs Rp 19.044).
Tak hanya menyuguhkan sajian khas penerbangan, restoran Thai Airways juga menghadirkan nuansa persis layaknya di pesawat, seperti kursi pesawat berwarna-warni khas Thai Aiways, meja yang dibuat dari suku cadang pesawat, hingga desain interior restoran itu sendiri. Menariknya, pengunjung juga dapat menikmati pilihan kursi first class ataupun economy class dengan berbagai layanan unggulan yang ditawarkan.
Baca juga: Intip Keseruan di Airbus A330 Bekas Thai Airways yang Disulap Jadi Kedai Kopi Perang
Sebelum memulai bisnis restoran dengan konsep seperti di atas, Thai Aiways sebetulnya sudah mulai menjual sajian khas penerbangan. Hanya saja, layanan tersebut terbatas pada layanan take away, bukan untuk disajikan langsung di restoran seperti yang sekarang dihadirkan.
Saat ini, Thai Airways masih menunggu sidang kebangkrutan atau pailit. Meski demikian, santer dikabarkan bahwa pemerintah akan mengambil alih Thai Airways dan mencegah maskapai bangkrut. Guna menekan angka dana talangan, pemerintah akan menjual beberapa pesawat maskapai serta mengurangi jumlah karyawan hampir setengahnya secara bertahan sampai empat tahun ke depan.