Masih ingatkah Anda tentang sebuah stasiun kereta kecil di Jepang yang hanya melayani seorang penumpang saja? Ya, Stasiun Kami-Shirataki yang terletak di Engaru, Hokkaido ini memperpanjang masa operasinya hanya demi menjemput dan mengantarkan seorang gadis yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Entah kebetulan atau bukan, stasiun yang berada di bawah kendali JR Hokkaido ini akhirnya resmi ditutup tidak lama setelah gadis ini menyelesaikan masa pendidikannya.
Baca Juga: Stasiun Kereta Ini Khusus Layani Seorang Gadis SMA Untuk Bersekolah, Salut!
Nah, ternyata hal seperti ini tidak hanya terjadi di Jepang lho! Di Rusia, ada layanan kereta api yang hanya melayani dua orang penumpang saja. Adalah Karina Kozlova, seorang gadis berusia 14 tahun dan neneknya, Natalia Kozlova yang tinggal di wilayah terpencil bernama Poyakonda ini setiap harinya ‘dilayani’ oleh kereta api jarak jauh Saint Petersburg – Murmansk baru-baru ini.
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, surat kabar setempat mengabarkan bahwa operator kereta yang mengoperasikan rute ini sudah mulai memberlakukan pemberhentian di Stasiun Poyakonda hanya untuk memberikan tumpangan kepada cucu dan nenek Kuzlova ini. Kurang lebih sudah 10 tahun cucu dan nenek Kuzlova ini diantar-jemput oleh kereta lokal yang mengular di jalur utama Rusia ini.
Sedikit berbeda dengan yang ada di Jepang, kereta lokal ini sebelumnya hanya berhenti di Stasiun Poyakonda dua kali sehari hanya untuk mengantar jemput para pegawai kereta api yang kebetulan tinggal di daerah sana. Mau tidak mau, Karina dan Natalia lah yang harus menyesuaikan diri dengan jadwal yang sudah berlaku sebelumnya. Mereka akan dijemput pada pukul 06.30 waktu setempat, dan akan diantarkan pulang oleh kereta yang berangkat pada pukul 19.10 waktu setempat.
“Kira-kira sampai rumah sekitar pukul 21.00,” ujar mereka. Mengingat kereta lokal ini hanya melintasi wilayah Poyakonda selama dua kali dalam sehari, maka mau tidak mau Karina dan Natalia menghabiskan lebih dari setengah hari mereka di luar rumah. Natalia yang merupakan pensiunan guru TK ini melakukan perjalanan panjang setiap harinya hanya demi mengantar jemput cucu kesayangannya dan anak-anak lain di wilayah Poyakonda.
“Dulu, setiap pagi, saya menunggu anak-anak lain di kedai desa lalu berjalan sekitar 1 kilometer untuk tiba di Stasiun Poyakonda,” ujar Natalia. “Sepulang sekolah, saya bersama cucu dan anak-anak lain menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke Poyakonda,”imbuh Natalia, dikutip dari laman bbc.com (9/2/2018).
Namun, entah bagaimana cerita perjuangan Karina dan Natalia ini bisa sampai tersebar luas, sehingga operator kereta jarak jauh yang menghubungkan Saint Petersburg – Murmansk ini memutuskan untuk menambah titik pemberhentian kereta, yaitu di Stasiun Poyakonda hanya untuk melayani duo cucu dan nenek ini. Dengan diberlakukannya peraturan baru ini, Karina dan Natalia tidak perlu lagi menunggu hingga matahari terbenam untuk pulang ke rumah.