Awal Juni lalu, Thai Airways tengah berjuang menghindari kebangkrutan melalui prosedur ‘anti bangkrut’ di Pengadilan Kepailitan Pusat Thailand. Sampai saat ini, prosesnya masih terus berjalan. Sebetulnya, prosedur kebangkrutan lewat pengadilan di Thailand memungkinkan perusahaan terus beroperasi, di bawah pengawasan pengadilan atau orang yang ditugaskan pengadilan. Namun, perusahaan memilih untuk menunda operasi sampai seluruh proses selesai.
Baca juga: Usai Bangkrut, Thai Airways Kini Bisnis Restoran Khas Hidangan Pesawat! Pelayannya ‘Pramugari’
Akan tetapi, manajemen Thai Airways tak lantas berpangku tangan dan menanti prosedur ‘anti bangkrut’ bekerja menyelamatkan perusahaan. Setelah membuat terobosan dengan memulai bisnis restoran yang menyajikan makanan khas penerbangan (in flight meals), kini Thai Airways dilaporkan telah memulai bisnis flight simulator melalui program THAI FlyEx.
Seperti dilaporkan asiaone.com, maskapai penerbangan nasional Thailand itu menawarkan tiga paket flight simulator, yakni untuk kategori basic, deluxe, dan ultimate. Pesawat yang ditawarkan flight simulator Thai Airways juga cukup beragam, seperti Boeing B734, B777ER, B744, dan Airbus A380.
Harga yang ditawarkan pun juga bisa dibilang terjangkau. Untuk kelas basic Boeing 734 dan Boeing 744 double seater, pengguna dipatok harga ฿12 ribu atau sekitar Rp5,7 juta (kurs Rp475) selama 30 menit. Adapun kategori deluxe, flight simulator pesawat yang sama dipatok seharga ฿16 ribu atau sekitar Rp7,6 juta (kurs Rp475) dengan durasi 60 menit. Sedangkan kategori ultimate dengan triple seater, pengguna dipatok harga ฿24 ribu atau sekitar Rp11,4 juta (kurs Rp475) selama 90 menit.
https://www.facebook.com/ThaiFlyEx/posts/123483766147227
Sedangkan untuk flight simulator Thai Airways Airbus A380 dan Boeing 777ER, kategori basic double seater dipatok harga sebesar ฿13,5 ribu atau sekitar Rp6,4 juta (kurs Rp475) selama 30 menit. Kategori deluxe double seater dikenai tarif sebesar ฿17,5 ribu atau sekira 8,3 juta (kurs Rp475) selama 60 menit dan kategori yang terakhir, ultimate, dengan triple seater, pengguna dikenai biaya ฿25,5 ribu atau sekitar Rp12,1 juta (kurs Rp475) selama 90 menit.
Harga di berbagai kategori tersebut, baik flight simulator Boeing maupun Airbus, sudah termasuk pilot brief and operate, take off, air work, auto pilot, ILS approach, auto landing, manual landing, serta berbagai benefit lainnya.
Baca juga: Tak Hanya Diserbu Pilot, Microsoft Flight Simulator 2020 Juga Diserbu Traveller yang Kangen Liburan
Pemimpin skuadron yang juga wakil presiden eksekutif operasional Thai Airways, Soradech Namruangsri, mengatakan dimulainya bisnis jasa flight simulator dilakukan agar perusahaan tetap menghasilkan uang sambil menunggu maskapai tersebut kembali mengudara. Biasanya, flight simulator tersebut digunakan oleh para pilot Thai Airways. Karenanya, flight simulator yang meraka tawarkan sudah berstandar internasional dan jadi flight simulator paling realistis di Thailand.
Selain membuka pintu selebar-lebarnya bagi para penerbang untuk mengasah kemampuan mereka di tengah sedikitnya jam terbang, flight simulator Thai Airways juga ditawarkan untuk para pengguna non-pilot yang sekedar ingin melihat keindahan dunia dari ruang kokpit.