Sunday, April 6, 2025
HomeAnalisa AngkutanDear Pilot, Didukung Google, Startup AS Serius Bikin Pesawat Tanpa Pilot!

Dear Pilot, Didukung Google, Startup AS Serius Bikin Pesawat Tanpa Pilot!

Semakin banyak perusahaan yang ikut mengembangkan pilotless aircraft atau pesawat tanpa pilot. Terbaru, setelah lama bersembunyi, Merlin Labs akhirnya berani blak-blakan bahwa pihaknya sudah berhasil mengumpulkan dana dari Google Ventures dan First Round Capital sebesar US$25 juta atau sekitar 357 miliar (kurs 14.314).

Baca juga: Dear, Pilot! Airbus A350-1000 Berhasil Lepas Landas Otomatis, Loh!

Dana tersebut sebetulnya tak terlalu besar. Bahkan bisa dibilang sangat kecil untuk pengembangan teknologi pesawat penumpang dan kargo otonom. Namun, besar kemungkinan ada klausul suntikan dana tambahan bila progres pengembangan pesawat tanpa pilot tersebut menunjukkan tanda-tanda positif.

Selain bermitra dengan dua perusahaan tersebut, Merlin Labs juga menggandeng Dynamic Aviation untuk penyediaan subjek atau pesawat untuk diuji coba menggunakan teknologi otonom miliknya. Ada sekitar 55 pesawat milik King Air, rekanan Dynamic Aviation, yang bakal diuji coba dalam proyek tersebut.

Menariknya, teknologi otomatisasi pesawat oleh Merlin Labs juga mengincar pesawat yang sudah ada. Bilapun itu terlalu kompleks, setidaknya, bagi pesawat yang masih mengdaposi dua pilot atau two men cockpit, itu dapat dikurangi menjadi satu pilot, semata untuk mengurangi biaya operasional maskapai.

“Apa yang kami kerjakan adalah menciptakan pilot digital (pesawat tanpa pilot) yang benar-benar otonom,” kata CEO Merlin Labs, Matt George kepada The Verge.

“Tak hanya untuk dapat pergi dan menerbangkan pesawat itu tanpa awak sama sekali, tetapi juga pada pesawat yang lebih besar untuk menjadi mampu mengurangi awak pesawat (menjadi hanya satu pilot di kokpit). Jadi mengambil pesawat yang sudah ada di luar sana, dan memungkinkan pesawat itu bisa terbang secara mandiri,” tambahnya.

Matt juga membocorkan teknologi pesawat tanap pilot yang digunakan Merlin Labs. Ia mengatakan, pihaknya tidak percaya dan tidak akan menggunakan teknik pesawat otonom kendali jarak jauh melalui sebuah sistem kendali pusat, yang saat ini marak digunakan drone tempur dan sejenisnya, bukan pesawat atau wahana komersial.

Sebab, andai kata pesawat kehilangan sinyal dengan pusat kendali, maka, kecelakaan tinggal menunggu waktu.

Pusat kendali, masih Matt melanjutkan, tetap akan ada. Hanya, mereka bertugas untuk mengawasi saja, tidak lebih. Adapun fungsi komunikasi dengan ATC hingga navigasi, semua harus dilakukan secara otonom oleh pesawat.

Sebagai gantinya, Merlin Labs lebih memilih sistem radar jaringan kendali lalu lintas udara (air traffic control network’s radar system) untuk merencanakan jalur penerbangan yang aman.

Ini akan didukung dengan transponder digital sebagai bagian dari sistem NextGen besutan FAA untuk bekal pesawat memahami keberadaan pesawat atau benda lain di langit.

Baca juga: Pertama di Dunia, Airbus A350-1000 Berhasil Lepas Landas, Landing, dan Taxi Otomatis! Pilot Terancam?

Pesawat otomatis tanpa pilot, baik di penerbangan penumpang maupun kargo, dinilai Matt menjadi solusi atau berbagai permasalahan di dunia penerbangan saat ini. Lagi pula, sejak era digital hadir, selama ini, pilot memang lebih dimanjakan dengan hampir sebagian besar sistem di pesawat berbasis komputer atau otomatis. Hal itu dinilai membuat keterampilan pilot menurun.

Daripada setengah hati, tentu akan lebih baik memaksimalkan sistem pesawat otonom atau pesawat tanpa pilot agar lebih banyak manfaat yang diterima maskapai secara khusus dan industri penerbangan secara umum.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru