Flag carrier Singapura, Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ423 dikabarkan mendapatkan pengawalan dari dua jet tempur bertipe F-16. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya isu bom yang menyeruak di dalam penerbangan dari Mumbai menuju Singapura tersebut. Adapun penerbangan lintas negara tersebut menggunakan armada Boeing 777-300ER, yang berisikan 263 penumpang dan 18 awak kabin. Beruntung, pesawat ini bisa mendarat dalam kondisi selamat.
Baca Juga: Terima Pesan Hoax, Eurofighter Typhoon Inggris Paksa Mendarat Ryanair
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Singapore Airlines SQ423 dijadwalkan untuk mengudara dari Chhatrapati Shivaji International Airport pada Senin (25/3/2019) kemarin, sekira pukul 23.36 waktu setempat. Ketika di tengah perjalanan, pilot Singapore Airlines SQ423 mengatakan melalui pengeras suara bahwa pesawat tersebut mendapat ancaman bom tak lama setelah mereka mengudara.
Pengumuman tentang adanya teror bom dari sang pilot ini sontak membuat seisi kabin kepanikan. Sebagai bentuk preventif, pilot kemudian melaporkan kejadian ini ke menara ATC terdekat.
Sebagai tanggapan atas laporan ini, Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) mengirimkan dua jet tempur F-16 untuk mencegat dan mengawal perjalanan maskapai ini untuk bisa mendarat dengan selamat di Singapura.
“Jet tempur kami telah mengawal pesawat sampai dapat mendarat dengan selamat di Bandara Changi,” ujar pihak RSAF dalam sebuah pernyataan tertulis di laman Facebook mereka.
Ternyata, laporan terkait adanya bom di dalam penerbangan tersebut hanyalah hoax semata.
Setibanya di Singapura, seluruh penumpang wajib “disaring” guna memastikan bahwa keadaan benar-benar kondusif. Hingga pihak keamanan mengamankan seorang wanita dan anak kecil guna kepentingan interogasi lanjutan.
Hingga saat ini, masih belum bisa dipastikan apakah orang yang diamankan pihak berwajib ini ada hubungannya dengan teror bom yang terjadi pada penerbangan tersebut atau tidak. Sementara pihak berwajib pun masih enggan berkomentar lebih lanjut terkait pemeriksaan keduanya, dengan dalih masih melakukan penyelidikan.
Baca Juga: Antara Garuda Indonesia, Berita Hoax, dan Media Sosial
Adapun imbas dari insiden teror bom hoax ini adalah keterlambatan Singapore Airlines SQ423 sampai di Singapura. Menurut laman FlightAware, maskapai ini mengalami keterlambatan hingga 31 menit. Selain itu, sebanyak 20 orang mengaku kehilangan connecting flights mereka.
Kendati begitu, insiden ancaman bom ini tidak sampai mempengaruhi pengoperasian Bandara Changi di Singapura, meski sempat menimbulkan keterlambatan penerbangan di bandara Mumbai.