Mudahkan warga Tangerang Selatan (Tangsel), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meresmikan layanan transportasi bus menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Terminal Pondol Cabe. Terminal ini sendiri baru saja diresmikan oleh BPTJ pada Senin (31/12/2018) kemarin sekaligus meresmikan operasional bus Damri.
Baca juga: Redbus dan PO Sinar Jaya Berkolaborasi di Layanan Jakarta Airport Connexion
Terminal Pondok Cabe sendiri merupakan Tipe A dan sebanyak 33 Perusahaan Otobus (PO) Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tersedia diterminal ini. Terminal tersebut memiliki keseluruhan sekitar 25.995 m2 dengan bangunan utama seluas 2.550 m2. Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, masyarakat Tangsel kini tak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi jika ingin bepergian ke Bandara Soetta.
Sebab kini sudah ada delapan armada bus Jakarta Airport (JA) Connexion. Tak hanya itu, BPTJ juga meluncurkan bus Transjabodetabek untuk memudahkan masyarakat Tangsel bepergian ke beberapa wilayah di Jakarta. Bus Transjabodetabek ini memiliki rute yang dilayani baik reguler maupun premium. Pertama, Pondok Cabe – Senen dan Pondok Cabe – Tanah Abang.
Untuk layanan premium, jumlah armada yang melayani rute perjalanan tersebut lima unit. Sementara itu untuk layanan reguler untuk rute Pondok Cabe-Senen sebanyak 10 armada. Kedua, rute Pondok Cabe-Kampung Rambutan dengan jumlah armada sebanyak 15 unit. Ketiga, rute Pondok Cabe – Tosari/ Bundaran Hotel Indonesia dengan jumlah armada 10.
“Untuk Transjabodetabek reguler dengan operator Mayasari Bakti yang akan melayani Pondok Cabe menuju Bekasi, Ciawi, dan Cikarang masing-masing lima armada,” ujar Bambang yang dikutip KabarPenumpang.com dari cnn.com.
Bambang mengatakan nantinya armada bus itu bakal menggunakan sistem pembayaran dengan tiket elektronik (e-ticketing). Masyarakat, hanya perlu menempelkan uang elektronik mereka ke mesin pemindai yang berada di dalam masing-masing armada bus tersebut. Melalui single e-ticketing, melalui peningkatan layanan yang disiapkan diharapkan dapat bermuara pada tumbuhnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum massal di Jabodetabek.
Kehadiran bus Damri dan JA Connexion memang memudahkan tetapi bagaimana dengan jalan raya Pondok Cabe yang setiap hari macet dengan kehadiran transportasi baru ini? Dikutip dari berbagai lama sumber Indonesia Traffic Watch (ITW) memprediksi kondisi lalu lintas dan angkutan jalan pada 2019 belum lebih baik dari 2018.
Bahkan ITW mengatakan kemacetan di kota-kota besar khususnya Jakarta akan lebih parah dan lalu lintas memiliki peran sangat penting dalam hal tersebut. Ketua Presidium ITW Edison Siahaan mengatakan, kemacetan sendiri masih menjadi menu sehari-hari dan nyaris terjadi diseluruh ruas jalan ibu kota termasuk pinggiran seperti POndok Cabe.
Baca juga: Damri JA Connection Buka Rute Baru, Epicentrum Walk-Bandara Soetta
Sementara upaya pembangunan ruas tol yang masif justru jadi beban masyarakat, karena harus membayar tol meskipun tidak ada jaminan bebas dari kemacetan. Upaya pembatasan gerak kendaraan dengan kebijakan ganjil-genap serta rekayasa lalin tak memberikan dampak yang signifikan untuk mengurai kemacetan.