Pada akhir tahun 2018 kemarin, pihak Cina dan Rusia meluncurkan sebuah sebuah model pesawat baru yang mereka kembangkan berdua di dalam sebuah joint venture bernama China-Russia Commercial Aircraft International Corporation (CRAIC).
Adapun pesawat wide-body long-haul jet ini sengaja dihadirkan untuk merebut ceruk pasar yang selama ini didominasi oleh manufaktur raksasa asal Negeri Paman Sam, Boeing dan Airbus dari Konsorsium Eropa Barat. Kendati masih berbentuk mockup, namun kehadiran pesawat ini cukup memberikan ‘teror’ terhadap pihak Amerika Serikat yang selama ini diketahui terlibat perang dagang dengan Cina.
Baca Juga: Low Cost Carrier, Ubah Peta Pasar Penerbangan Dunia
Dalam perhelatan Zhuhai AirShow 2018, CRAIC memamerkan pesawat penumpang CR929 yang rencananya akan terbang perdana (prototipe) pada tahun 2013. “Saat ini sedang dalam tahap desain awal dan kami juga dalam tahap pemilihan pemasok dan peralatan, yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2019,” tutur Presiden dari United Aircraft Corporation (UAC), Yury Slyusar. Patut diketahui, CRAIC merupakan perusahaan gabungan antara Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) dan UAC yang berasal dari Rusia.
Secara keseluruhan, CR929 ini, “Ini lebih mirip Airbus ketimbang Boeing,” kata seorang eksekutif senior Western aerospace.
Sebenarnya, UAC dan COMAC telah mengumumkan niatan kedua negara ini untuk mengembangkan pesawat jet wide-body pada tahun 2014 silam, dan mereka baru memulai pengembangan program ini dalam skala penuh tiga tahun berselang dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama China-Russia Commercial Aircraft International Corporation (CRAIC).
Hingga November 2018 kemarin, CRAIC mengatakan bahwa mereka masih membuat proposal untuk pengadaan mesin pesawat dan instrumen pendaratan. Kepala desainer COMAC untuk program CR929, Chen Yingchun mengatakan bahwa perusahaan masih akan menyebarkan proposal untuk menyempurnakan program pengembangan pesawat ini kepada pemasok di seluruh dunia.
Namun, sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman kfgo.com, dirinya masih enggan berkomentar apakah perang dagang yang terjadi antara Cina dan AS akan mempengaruhi pilihan perusahaan.
Sementara pada bulan Desember 2018 kemarin, Direktur Kerjasama Internasional di Otoritas Penerbangan Sipil Perancis, Bertrand de Lacombe, menuturkan bahwa beberapa firma asal Perancis akan turut ambil andil dalam pengembangan CR929.
“Perancis tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek (pengembangan pesawat CR929) bersama dengan Rusia dan China,” ujar Bertrand.
Baca Juga: Yang Menarik dari Air China – Terobsesi Gunakan Pesawat Produksi Dalam Negeri
Lebih lanjut, Bertrand mengatakan bahwa sejumlah perusahaan asal Perancis yang terkait dengan pengembangan ini siap untuk mengikuti tender yang tengah dibuka oleh CRAIC. Kendati tidak secara rinci menyebutkan kontribusi apa yang akan diberika oleh pihak Perancis, namun Bertrand menekankan bahwa mereka dapat memberikan berbagai peluang, termasuk memproduksi mesin dan suku cadang utama lainnya.