Coronavirus dikabarkan telah menyebar ke beberapa negara, seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Vietnam, dan Singapura. Menyiasati hal itu, baru-baru ini, beredar sebuah video di Twitter yang memperlihatkan adanya aktivitas pemindain oleh bebarapa petugas yang mengenakan Hazmat Suit.
Baca juga: Kursi Dekat Jendela Pilihan Aman Terhindar Virus Flu
Dalam video yang dilihat KabarPenumpang.com, pemeriksaan bermula saat maskapai Air China dengan nomor penerbangan CA119 rute Wuhan Tianhe (WUH) – Macau (MFM) berhasil mendarat pada tanggal 12 Januari 2020, pukul 15.08 waktu setempat. Alih-alih turun, penumpang justru dikagetkan dengan datangnya tiga orang yang mengenakan pakaian Hazardous Material atau biasa disebut Hazmat.
Hazmat Suit sendiri adalah pakaian yang terbuat dari bahan yang tahan terhadap temperatur tinggi dan impermeabel alias tidak meloloskan gas/udara dan zat cair, serta dilengkapi dengan peralatan pernafasan untuk mensuplai oksigen.
Lihat postingan ini di Instagram
Biasanya pakaian tersebut digunakan saat menghadapi suatu zat, baik padat, cair, ataupun gas berbahaya. Termasuk di dalamnya virus. Tak terkecuali coronavirus. Durasi penggunaannya dibatasi hanya dua jam saja. Bahkan pada kasus yang berat, ada yang cuma dibatasi sampai 15 – 20 menit saja untuk mempertimbangkan suplai oksigen.
Selanjutnya, dalam video yang beredar tersebut, tampak petugas yang mengenakan hazmat suit berwarna krem dan biru muda, dari depan ke belakang, memindai satu per satu penumpang dengan alat kecil berwarna hitam di tangan kananya. Adapun bagian yang dipindai dari penumpang adalah bagian kening.
Seorang Fotografer bernama Cheng, seseorang yang merekam video tersebut, seperti dikutip dari businessinsider.sg, Selasa (21/1), mengatakan bahwa petugas medis memindai suhu penumpang selama lebih dari 10 menit. Selama proses pemindaian, seluruh penumpang tidak diizinkan untuk turun sampai proses pemindaian selesai.
Selain karena disebabkan oleh penyebaran virus yang sudah mencapai lintas negara, menurut kabar yang beredar, salah satu penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut mengalami demam tinggi. Hal itu pun membuat otoritas bandara setempat khawatir, mengingat, penerbangan tersebut berasal dari Wuhan, yang merupakan wilayah endemik penyebaran coronavirus.
Baca juga: Cegah Virus Cacar Monyet di Indonesia, Beberapa Bandara Siapkan Thermal Detector
Hingga kini, kantor berita Xinhuanet melaporkan, pada Senin malam jumlah total infeksi coronavirus di China telah meningkat menjadi 217, termasuk 198 di Wuhan, 14 di Guangdong, dan 5 di Beijing. Tak lama setelah laporan itu dirilis, Komisi Kesehatan Nasional China mengkonfirmasi kasus pertama di Shanghai.
Indonesia sendiri sejak sepekan yang lalu telah melakukan beberapa langkah pencegahan standar dan pencegahan khusus. Pencegahan-pencegahan tersebut dilakukan di Bandara Internasiona Soekarno Hatta yang notabene menjadi gerbang masuk terbesar wisatawan dari luar negeri.