Sunday, April 6, 2025
HomeBandaraCiri Khas Bandara Masa Depan, Ini Sederet Manfaat ATC Jarak Jauh

Ciri Khas Bandara Masa Depan, Ini Sederet Manfaat ATC Jarak Jauh

Perkembangan teknologi di sektor dirgantara global berlangsung begitu cepat. Salah satunya penggunaan ATC jarak jauh di berbagai bandara. ATC jarak jauh dinilai jauh lebih efektif dari segi biaya dan manfaatnya bagi operasi penerbangan.

Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Saat ini, teknologi kontrol lalu lintas udara digital jarak jauh (ATC) atau remote digital ATC memang belum massif digunakan di banyak bandara dunia. Tercatat, hanya Bandara London City dan beberapa bandara di Swedia, termasuk Scandinavian Mountains Airport dan Bandara Örnsköldsvik.

Namun, dengan berbagai manfaat ATC jarak jauh, bukan tak mungkin ke depan teknologi ini akan massif digunakan, setidaknya di bandara-bandara besar di dunia.

Dilansir Airport Technology, ATC jarak jauh di Swedia mulai diaplikasikan pada tahun 2017 lalu. Sedangkan di Inggris, itu dimulai pada tahun 2021.

Disebutkan, ATC jarak jauh menggabungkan tiga petugas ATC; Aerodrome Control Service (biasanya berpartner dengan petugas darat untuk memberikan isyarat kepada pesawat untuk take-off atau landing), Approach Control Service (mengatur ketinggian pesawat), dan Area Control Sevice (memberikan clearance kepada pesawat yang sedang menjelajah).

Dalam pelaksanaannya, petugas ATC jarak jauh (Bandara London City) dibantu dengan adanya 16 kamera HD (tentu jumlah kamera berbeda-beda di tiap bandara) yang mencakup seluruh sudut bandara dan dimonitor di digital tower operations room lewat 14 layar HD berukuran besar, mirip seperti simulator.

16 kamera HD tersebut dipasang di tiang menara digital, mencakup kabel sinyal sepanjang 4 km antara equipment rooms dan platform kamera.

Dengan kamera bersolusi tinggi yang terpasang di bandara, petugas dipastikan akan mendapatkan kualitas visual gambar video real time. Berkat basis kamera canggih, petugas malah dapat mendeteksi keberadaan benda-benda yang mencurigakan di area lintasan pesawat, termasuk ketajaman visual pada malam hari. Bila ada obyek yang kurang jelas dilihat, petugas pun tinggal melakukan digital zooming.

Data operasional ATC jarak jauh ini kemudian ditransfer ke ruang operasi menara digital yang dibuat khusus di pusat ATC National Air Traffic Services (NATS) di Swanwick, Inggris. Menara ATC digital mencakup semua operasi ke dan dari Kota London dan beberapa aset kontrol lalu lintas udara berlokasi di sana.

Baca juga: Menara ATC Tintin – Cagar Budaya yang Tergerus Modernisasi Ibu Kota

Penggunaan teknologi ATC jarak jauh disebut memiliki beragam manfaat, mulai dari meningkatkan kesadaran situasional dari pengontrol lalu lintas udara, investasinya lebih murah karena tak perlu membangun menara pengawas khusus, lebih efektif dengan lebih sedikit fasilitas serta peralatan tambahan dibanding menara ATC konvesional, sampai menghemat biaya operasional ATC.

Sebagai informasi, membangun remote ATC atau ATC jarak jauh di Bandara London City menghabiskan biaya sebesar £20 juta atau sekitar Rp377 miliar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru