Operator kereta milik negara, China Railway Corp dikabarkan telah berencana untuk berinvestasi pada jalur kereta api baru sepanjang 6.800 km tahun ini. Ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk meningkatkan investasi pada sektor infrastruktur. China Railway Corp juga mengatakan bahwa rencananya ini termasuk pemasangan setidaknya 3.200 km rel berkecepatan tinggi di negara Tiongkok.
Baca Juga: Tarif Kereta Cepat Shenzhen – Guangzhou Akan Diturunkan 10 Persen!
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (3/1/2019), tahun 2018 lalu, China Railway Corp berinvestasi di jalur rel sepanjang 4.683 km, termasuk 4.100 km berkecepatan tinggi. Cina menginvestasikan CNY802.9 miliar atau yang setara dengan US$117,12 miliar pada infrastruktur tetap kereta api tahun 2018 silam, atau lebih tinggi daripada target sebelumnya senilai CNY732 miliar atau yang setara dengan US$106,75 miliar.
Selama satu dekade terakhir, Cina telah banyak berinvestasi pada infrastruktur kereta api, termasuk kereta api berkecepatan tinggi. Sedangkan dalam beberapa tahun terakhir, jumlah investasi tersebut telah berkurang dalam upaya untuk mengatasi pembengkakan hutang pemerintah daerah. Target pendanaan China Railway Corp pada tahun lalu adalah yang terendah di negara itu terhitung sejak tahun 2013 silam.
Pihak China Railway Corp sendiri masih enggan membocorkan berapa target investasi yang akan dikeluarkan pada tahun 2019 ini.
Sebelumnya, National Development and Reform Commission (NDRC) telah menyetujui delapan proyek kereta api antar kota di sebelah timur provinsi Jiangsu dan Anhui, dimana delapan proyek ini melibatkan investasi gabungan dengan nilai sebesar US$33,82 miliar.
Dalam sebuah pernyataan resmi, NDRC mengutarakan bahwa kedelapan proyek ini akan mencakup pembangunan jalur kereta sepanjang 1.063 km – termasuk jalur sepanjang 980km di Jiangsu.
Baca Juga: Mau Bawa atau Beli Makan di Kereta Cina? Simak yang Ini Dulu!
Pada akhir tahun 2018 kemarin, NDRC menyetujui proyek pembangunan jaringan kereta api perkotaan dengan nilai US$43,28 miliar di kota Shanghai. Proyek ini juga mencakup pembangunan enam jalur kereta bawah tanah (underground) dan tiga jalur kereta api antar kota.
Dengan investasi besar-besaran di sektor perkeretaapiannya, muncul satu pertanyaan yang cukup menggelitik. Akankah perkeretaapian Cina mampu menyaingi atau bahkan melampaui kedigdayaan dari jaringan kereta api yang ada di Jepang?