Sepanjang tahun 2024, LRT Jabodebek mencatat 21.055.870 pengguna, dengan rekor harian tertinggi sebanyak 94.172 pengguna pada 26 November 2024. Angka ini mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel sebagai alternatif mobilitas yang lebih cepat, aman, dan nyaman.
Selain peningkatan jumlah pengguna, kinerja operasional LRT Jabodebek juga mengalami peningkatan signifikan. Ketepatan waktu perjalanan meningkat dari 80,60% pada 2023 menjadi 97,23% pada 2024, sementara total perjalanan juga bertambah dari 22.492 perjalanan di 2023 menjadi 110.464 perjalanan sepanjang 2024.
EVP LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi menyampaikan bahwa hasil ini tidak terlepas dari upaya peningkatan layanan serta antusiasme masyarakat dalam menggunakan LRT sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari.
“Peningkatan jumlah pengguna yang signifikan ini membuktikan bahwa kehadiran LRT Jabodebek semakin diterima oleh masyarakat sebagai moda transportasi yang handal. Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan agar semakin nyaman, tepat waktu, dan dapat menjangkau lebih banyak pengguna di tahun 2025,” ujar Purnomosidi.
Sepanjang 2024, LRT Jabodebek menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pengguna, antara lain:
* Perubahan nama stasiun melalui kerja sama komersial (Naming Right), seperti Dukuh Atas BNI dan Pancoran bank bjb, guna memperkuat sinergi dengan mitra strategis.
* Penerapan kereta khusus wanita pada rangkaian belakang setiap weekday untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang perempuan.
* Kebijakan sepeda non-lipat yang kini diperbolehkan di akhir pekan, mendukung gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
* Layanan BISKITA di beberapa stasiun, seperti Harjamukti, Bekasi Barat, dan Jatimulya, untuk meningkatkan konektivitas pengguna.
* Pemasangan Crowded Detector guna memantau kepadatan stasiun dan rangkaian kereta, sehingga pengguna bisa mendapatkan informasi real-time dan memilih waktu perjalanan yang lebih nyaman.
Memasuki tahun 2025, LRT Jabodebek menargetkan peningkatan jumlah pengguna menjadi 27 juta penumpang, dengan rata-rata 93.906 pengguna per hari pada hari kerja dan 40.080 pengguna per hari di akhir pekan. Hingga 23 Februari 2025, jumlah pengguna telah mencapai 3.812.580 pengguna, dengan tren harian yang terus meningkat.
Untuk mencapai target tersebut, berbagai langkah strategis telah disiapkan, di antaranya:
* Menambah jumlah rangkaian kereta yang dioperasikan guna meningkatkan kapasitas layanan.
* Meningkatkan jumlah perjalanan harian agar pengguna memiliki lebih banyak pilihan waktu keberangkatan.
* Mempersingkat waktu tempuh untuk membuat perjalanan lebih efisien.
* Memperpendek headway sehingga frekuensi perjalanan semakin tinggi dan waktu tunggu pengguna berkurang.
* Meningkatkan integrasi dengan moda transportasi lain, termasuk angkutan pengumpan (feeder) untuk memudahkan akses masyarakat ke stasiun LRT.
* Membuka lebih banyak kerja sama komersial, termasuk peluang kerja sama penamaan stasiun dan penambahan fasilitas di area stasiun.
* Peningkatan fasilitas di stasiun dan kereta, termasuk pengadaan ruang kerja bersama di Stasiun Cawang, sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas produktif masyarakat perkotaan.
“Kami memahami bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang. Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah pengguna, tetapi juga terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih nyaman, efisien, dan terintegrasi. Dengan strategi yang telah kami siapkan, kami optimistis LRT Jabodebek dapat menjangkau lebih banyak pengguna dan semakin menjadi pilihan utama masyarakat,” tutup Purnomosidi.
Good News Buat ‘Pekerja Mobile’, KAI Hadirkan Coworking Space Gratis di Stasiun LRT Jabodebek Cawang