Maskapai nasional Rusia, Aeroflot, tengah dalam keadaan sulit usai mendapat sanksi bertubi-tubi dari Barat. Beruntung, Pemerintah Rusia bergerak cepat. Belum lama ini Presiden Rusia Vladimir Putin memastikan Aeroflot bakal mendapat suntikan dana sebesar Rp 43 triliun atau US$3 miliar. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan, di antaranya memborong 300 pesawat.
Baca juga: Cina Larang Pesawat Boeing-Airbus dari Maskapai Rusia Masuki Wilayahnya, Gegara Putin Tewas?
Laporan Al Jazeera, 300 pesawat tersebut seluruhnya sudah pasti adalah pesawat-pesawat buatan dalam negeri Rusia, mengingat Barat masih memberlakukan sanksi keras ke Negeri Beruang Merah.
Menurut sumber pemerintah yang dikutip media lokal, Aeroflot sangat mengincar pesawat narrowbody pesaing Airbus A320 dan Boeing 737, Irkut MC-21. Tak disebutkan dengan jelas berapa jumlahnya. Namun, ini diperkirakan akan lebih besar dibanding yang lain.
Aeroflot juga berencana memesan Sukhoi Superjet 100 yang mampu mengangkut 100 penumpang, lebih sedikit 100 penumpang dibanding Irkut MC-21, serta sejumlah kecil pesanan untuk pesawat narrowbody lainnya Tupolev Tu-214.
Meski berbeda, ketiga produsen pesawat itu berada dalam satu grup yang sama di bawah United Aircraft Corporation, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Rostec, BUMN Rusia yang fokus di bidang industri pertahanan dan kedirgantaraan.
Pembelian 300 pesawat dalam negeri Rusia oleh Aeroflot masih harus menunggu suntikan dana trilunan rupiah dari pemerintah cair. Dana tersebut diketahui berasal dari National Wealth Fund (NWF) Rusia, dana investasi yang kelola pemerintah yang berasal dari surplus fiskal, operasi mata uang asing resmi, uang dari privatisasi, pembayaran transfer pemerintah, pendapatan dari ekspor sumber daya alam.
Dari NWF, Aeroflot akan mendapat suntikan sebesar US$1,73 miliar atau sekitar Rp25 triliun. Sedangkan sisanya akan didapat maskapai dari penerbitan 5,42 miliar saham baru yang telah disetujui para pemegang saham.
Saat ini, prosesnya masih dalam diupayakan oleh pemerintah. Presiden Putin diketahui telah memerintahkan jajaran menterinya untuk membuat aturan baru tentang bagaimana NWF dapat dibelanjakan untuk menyelamatkan ekonomi negara melalui perusahaan-perusahaan strategis milik pemerintah.
Baca juga: Bye-bye Barat, Rusia Mulai Produksi Pesawat Tu-214 Gantikan Pesawat Narrowbody Boeing-Airbus
Ini bukan kali pertama dana NWF menyelamatkan maskapai. Selama pandemi virus Corona, Aeroflot, diktahui telah mendapat suntikan US$1,3 miliar atu sekitar Rp19 triliun.
Angka tersebut termasuk salah satu dana talangan terbesar untuk maskapai, meskipun angkanya masih jauh dari dana talangan negara-negara kaya Arab seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi untuk maskapai nasionalnya, termasuk masih kalah dari Singapura yang menyuntikkan dana ratusan triliun ke Singapore Airlines.