Busworld South East Asia 2019 resmi dibuka hari ini (20/3/2019) di arena JIExpo Kemayoran Jakarta, banyak hal baru yang diperlihatkan dari pameran bus terbesar se-Asia Tenggara ini. Salah satu yang menarik adalah kehadiran dua bus listrik low deck yang digadang untuk kebutuhan armada TransJakarta.
Baca juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita
Sejak tahun 2018, Indonesia mulai serius menyambut pergeseran teknologi dari kendaraan konvensional ke daya listrik yang diklaim sangat ramah lingkungan. Hal ini ditujukan dengan mulai disusunnya draft Peraturan Presiden (Perpres) Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik yang dikabarkan sudah dalam tahap penyelarasan di Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman.
Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sedang fokus mengembangkan bus listrik adalah PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), yang sedang mengkaji pengoperasian bus listrik dengan menggandeng United Nation Environmental Program (UNEP) pada Januari lalu.
Presiden Busworld International, Didier Ramoudt, mengatakan Indonesia dengan populasi terbesar di Asia Tenggara, memiliki potensi besar di segmen transportasi darat sejalan dengan infrastruktur jalan yang terus dibangun pemerintah. Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar untuk industri bus dan coach, yang mana hal ini didukung dengan populasi Indonesia yang mencapai 40 persen dari populasi negara ASEAN. Selain itu adanya rencana pemerintah Indonesia untuk menambahkan 3.000 armada bus untuk sistem BRT di 34 provinsi.
Baca juga: Pertama Kali di Asia Tengah, Busworld 2019 Juga Akan Digelar di Kazakhstan
Busworld South East Asia 2019 diselenggarakan oleh PT Global Expo Management (GEM) bekerja sama dengan Busworld International. Pameran bus internasional ini berlangsung dari 20 sampai 22 Maret 2019. Pameran Busworld pertama diadakan pada 48 tahun yang lalu di kota Kortrijk, Belgia, pada 1971. Adapun pameran Busworld South East Asia merupakan pameran ke-8 dalam rangkaian gelaran Busworld dunia.