Saturday, April 5, 2025
HomeBus AKAPBus Bumel, Punya Aturan Naik dan Turun yang Unik serta Penumpang Tak...

Bus Bumel, Punya Aturan Naik dan Turun yang Unik serta Penumpang Tak Terbatas

Pernah dengar kata bumel atau tahu apa itu? Dalam dunia transportasi bumel ini adalah sebuah istilah bus. Di mana istilah tersebut merujuk pada bus dengan kelas ekonomi. Bus bumel juga melayani trayek Antar Kota Dalam Provinsi atau AKDP dan biasanya ada di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Tak hanya itu, bus bumel merupakan transportasi bus yang digunakan penumpang untuk jarak dekat. Konfigurasi kursi penumpang di dalam bus bumel adalah 3-2 dengan total kursi yang tersedia rata-rata 60 tempat duduk dan belum termasuk yang duduk di bangku ekstra, di kap mesin dan berdiri.

Biasanya bus bumel dinaiki penumpang per meteran, di mana setiap beberapa puluh meter akan ada penumpang naik atau turun. Peminatnya adalah mereka yang akan pergi ke pasar atau anak sekolah yang berangkat maupun pulang. Di wilayah Jawa, bus bumel trayek Yogyakarta ke Semarang dan Yogyakarta ke Purwokerto masih banyak yang beroperasi.

Penasaran perusahaan otobus atau PO apa saja yang melayani trayek bus bumel ini? Ada PO Sumber Waras yang melayani trayek Jogja ke Semarang, PO Mulyo dari Purwokerto ke Semarang, PO Purwo Widodo dan Gajah Mungkur trayek ke Solo dengan bus bumel non AC.

Bumel sendiri berasal dari bahasa Belanda boemeltrin yang artinya kereta lambat. Di mana kereta akan berhenti di setiap stasiun untuk menaik turunkan penumpang. Sehingga bus bumel mengacu pada bus yang menaik turunkan penumpang di setiap perhentian di sepanjang jalur trayek.

Bahkan bus bumel sering diplesetkan menjadi mlebu kumel. Sebutan ini digunakan karena penumpang yang naik masih tampak rapi, tampan dan cantik tetapi ketika turun berubah jadi acakadul.

Bus bumel biasanya menggunakan bus tua dengan kondisi bodi yang sudah tampak tidak terawat. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, meski kelas ekonomi, tak jarang dilengkapi dengan pendingin udara atau AC dan disebut bukan bus bumel tetapi bus ATB yakni AC Tarif Biasa.

Baca juga: PO Sumber Alam, Bus AKAP Kebanggaan Warga Purworejo

Yang perlu diketahui sebagai seorang penumpang bus bumel, baiknya siapkan uang receh untuk memberi pengamen yang bernyanyi di dalam bus. Kemudian aturan berlaku ketika baik bus bumel adalah, saat hendak turun baiknya ke pintu dan katakan pada kernet agar tidak mendadak. Setelahnya turunlah dengan kaki kiri terlebih dahulu.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru