Sejak negara-negara yang berada di sekitar Qatar memutuskan hubungan diplomatik karena negara dengan ibukota Doha ini menunjukkan gerak-gerik yang seolah mendukung jaringan ekstremisme, kondisi Qatar kini semakin terpuruk. Salah satunya seperti sejumlah maskapai membatalkan penerbangan dari atau menuju Qatar. Ini merupakan tindak lanjut dari negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Bahrain, dan Mesir yang melarang pesawat berlabel Qatar (Qatar Airways) untuk terbang di atas langit mereka.
Baca Juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?
KabarPenumpang.com melansir dari thenational.ae (13/6/2017), juru bicara Travelport mengatakan pembatalan penerbangan massal ini berdampak sangat besar bagi Qatar. “Minggu lalu, jumlah net bookings untuk penerbangan dari atau menuju Doha, Qatar mengalami penurunan besar-besaran, hingga minus 23.000,” tuturnya. “Penurunan paling drastis terjadi pada Qatar Airways dari atau menuju ke Arab Saudi, dimana net bookings menyusut dari angka 10.000 menuju minus 100.300, dan UEA (Uni Emirat Arab) yang semula berada di angka 4.700 menuju minus 36.000,” tambahnya.
Sebagian penerbangan Timur Tengah seperti Saudia, Flydubai, Emirates, Air Arabia, dan Etihad terlihat masih seliweran menuju atau keluar dari Doha, namun itu terjadi sebelum keputusan sterilisasi jalur udara dicetuskan. Sebelumnya Etihad Airways, menangguhkan semua penerbangan dari atau menuju ke Doha, Qatar, sejak Selasa (6/6/2017) pagi.
Penerbangan terakhir dari Abu Dhabi di UEA menuju Doha diberangkatkan pukul Selasa (6/6/2017) pukul 02.45 waktu setempat, demikian disampaikan oleh juru bicara Etihad Airways dalam sebuah pernyataan yang dikirim lewat surat elektronik, demikian dilansir dari Reuters.
Baca Juga: Antara Qatar Airways, Irlandia, dan Jamaah Umroh Indonesia
Tentu saja, pembatalan ini menimbulkan banyak permasalahan mengingat hari raya Idul Fitri sebentar lagi akan tiba. Negara-negara tersebut menganut mayoritas agama yang sama. Tentu saja dengan adanya pemutusan hubungan diplomatik ini seolah membawa bencana bagi siapapun yang terlibat di dalamnya. Bukan hanya jalur udara saja yang terkena blokade, melainkan jalur darat pun seperti itu.
Kekurangan pangan kini mulai merambah negara yang tadinya makmur tersebut. Supermarket kini mulai kekurangan pasokan karena adanya blokade tersebut. Tidak hanya itu, para penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket pun sempat dibuat kebingungan dengan adanya blokade ini. Namun kebijakan diturunkan oleh dua maskapai yang notabene turut menjadi sekutu dari Qatar, yaitu Dubai dan Abu Dhabi. Maskapai Emirates milik Dubai dan Etihad milik Abu Dhabi siap untuk melakukan pengembalian dana utuh (refund) kepada para penumpangnya yang sudah memesan tiket dan menawarkan rebooking gratis ke kota-kota alternatif untuk pelanggan yang memesan penerbangan ke dan dari Doha. Keterangan tersebut KabarPenumpang.com lansir dari laman aljazeera.com (5/6/2017).