Sebenarnya dimanakah sistem Metro atau MRT terbaik di dunia? Apakah di Hong Kong, Singapura atau mungkin salah satu negara di Eropa? Ternyata jawabannya ada di Taipei, Taiwan dengan Taipei Metro yang dikenal sebagai sistem kereta bawah tanah paling andal di dunia. Hal ini bisa terlihat dari operator transportasi Singapura, SMRT yang mengundang tim ahli Taipei Metro untuk ikut dalam peninjauan operasi di tengah berbagai masalah.
Baca juga: Kejar Target Operasi di 2019, MRT Kaohsiung Taiwan “Kedatangan” Armada Alstom
Taipei Metro hadir dengan 117 stasiun dan mengangkut dua juta penumpang setiap harinya. Moda transportasi massal ini menghubungkan kota-kota termasuk Taipei, New taipei dan Taoyuan. Bahkan on time performance dari Taipei Metro sendiri mendekati 100 persen. Dilansir KabarPenumpang.com dari mothership.sg, ternyata kurang dari 30 keterlambatan yang melebihi waktu lima menit dalam setahun.
Penumpang Taipei Metro sendiri naik hampir dua kali lipat dalam delapan tahun terakhir dan membuat kepuasan penumpang sebesar 95 persen. Penumpang Taipei Metro sendiri memuji kereta karena bersih dan kursi prioritas tersedia cukup banyak, sehingga lansia dan orang tua yang membawa anak-anak bisa terbantu dengan baik. Keandalan Taipei Metro ternyata tak lepas dari para staf yang bertugas di dalamnya. Pasalnya, karyawan yang bekerja di Taipei Metro berdedikasi dari atas hingga kebawah.
Bahkan Presiden Taipei Rapid Transit Corporation sendiri sudah menduduki jabatannya selama 19 tahun. Adapun penggantian staf sendiri hanya tiga persen dari keseluruhan. Staf yang bertugas di stasiun juga memiliki pengalaman yang cukup lama dan keahliannya sangat berguna.
Lebih dari dua ribu pekerja bertanggung jawab hanya untuk pemeliharaan dimana masalah yang tidak terlalu besar bisa diselesaikan dalam waktu rata-rata dua menit. Prosedur pengoperasian pemeliharaan juga direncanakan dengan baik seperti operasi standar untuk menangani semua insiden, termasuk penumpang yang melompat ke rel.
Bila ada masalah di jalur atau kereta, penumpang akan diberi tahu dalam waktu lima menit masalah penundaannya. Pihak Taipei Metro juga membuka satu jalur yang bisa dioperasikan untuk dua arah saat ada masalah teknis dan bus akan hadir juga untuk membantu mengangkut penumpang.
Meski begitu Taipei Metro pernah terkena masalah cukup besar dimana tahun 2001 lalu, Topan Nar yang menghantam pulau tersebut membuat hujan turun selama tiga hari. Karena itu sebanyak 16 stasiun bawah tanah kebanjiran dan kerusakan mencapai US$76 juta dan pihak Taipei Metro membutuhkan waktu selama tiga bulan untuk membuka layanannya kembali.
Baca juga: Tempatkan Tenaga Ahli di Kereta Nirawak, MRT Singapura Mampu Saingi Kinerja Sistem Metro Taipei
Hal ini kemudian membuat adanya peningkatan pada pengendalian banjir dimana pompa diperlebar untuk mempercepat pengeringan air banjir. Papan kontrol pompa juga dipindahkan ketempat yang lebih tinggi dan hingga saat ini sistem Taipei Metro tak penah mengalami banjir setelahnya.