Menggunakan jasa kapal ferry berukuran (tonase) besar terasa lebih nyaman. Seperti diketahui, kapal dengan tonase besar lebih ‘tahan’ untuk meladeni gelombang laut, lain dari itu, kapal ferry dengan tonase besar umumnya lebih banyak menawarkan fasilitas untuk menunjang kenyamanan penumpangnya.
Baca juga: Penyeberangan Merak-Bakauheni Kembali Dibuka, ASDP Kerahkan Kapal Ferry Bertonase Besar
Dan bicara seputar fasilitas pada kapal ferry bertonase besar, salah satu yang menjadi ciri pada “hotel berlahyar” ini adalah keberadaan tangga bersejalan (eskalator). Meski tidak semua kapal ferry bertonase besar ada eskalatornya, namun beberapa jenis kapal itu ada di Indonesia.
Dengan kapasitas angkut yang besar, sudah barang tentu kapal ferry dengan kualifikasi tonase besar dioptimalkan untuk melayani rute penyeberangan tersibuk di Indonesia, yakni Merak – Bakauheni di Selat Sunda.
Sampai saat ini, setidaknya ada empat kapal ferry di rute Merak – Bakauheni yang dilengkapi eskalator. Meski melayani rute reguler di dermaga 3 dan dermaga 7, tapi karena alasan biaya operasional, umumnya kapal ferry bertonase di atas 10.000 ton baru dikerahkan saat peak season, seperti misalnya pada musim liburan.
Dan berikut adalah empat kapal ferry yang dimaksud, siapa tahu Anda berkesempatan untuk menikmati salah satu di antaranya.
1. KMP Dharma Rucitra I
Kapal ferry dengan bobot kotor 11.479 ton ini dimiliki oleh PT Jemla Ferry. KMP Dharma Rucitra I dibeli dari perusahaan swasta Jepang pada tahun 2013. Kapal roro ini berkapasitas penumpang 750 orang, 110 unit mobil sejenis minibus, 20 unit truk dan 500 sepeda motor. Kapasitas yang cukup banyak ini karena KMP Dharma Rucitra 1 termasuk kapal yang paling besar untuk pelayanan Selat Sunda.
2. KMP Athaya
Kapal ferry dengan bobot kotor 13.413 ton ini dimiliki oleh PT. Dharma Lautan Utama (DLU). Sebelum digunakan oleh pihak Jemla Ferry, kapal yang dirakit pada tahun 1995 ini pernah digunakan sebelumnya oleh pihak Jepang dengan nama Venus.

Diperkirakan, Jepang mulai menggunakan kapal ini sejak tahun 2012 silam hingga awal 2017. Praduga ini semakin kuat dengan adanya tirai khas Jepang pada bagian toilet pria dan wanita yang ada di altar utama dek penumpang, lengkap dengan tulisan Jepangnya.
3. KMP Amadea
Kapal ferry dengan bobot kotor 12.276 ton ini dimiliki oleh PT Naufal Brothers Company. Pada Desember 2021, kapal ini dilaporkan kandas di Pulau Kandang Lunik Lampung Selatan.

Baca juga:KMP Legundi – Long Distance Ferry, Kapal RoRo Terbesar di Indonesia
4. KMP Virgo 18
Kapal ferry dengan bobot kotor 9.989 ton dimiliki oleh PT Jemla Ferry. Kapal ferry ini dibuat di Jepang pada tahun 1990 dengan kapasitas dapat membawa 600 penumpang dan 150 unit kendaraan campuran.
