Saturday, April 5, 2025
HomeDestinasi UdaraBombardier Q Series Disulap Jadi Rumah Minimalis Seharga Rp500 Jutaan

Bombardier Q Series Disulap Jadi Rumah Minimalis Seharga Rp500 Jutaan

Pesawat yang sudah purna tugas kerap kali disulap dalam beragam fungsi, mulai dari hotel, gantungan kunci, hingga rumah. Khusus untuk rumah, belum lama ini, sebuah pesawat Bombardier Q Series atau Dash 8 berhasil disulap oleh perusahaan arsitektur dan properti asal Australia menjadi sebuah bangunan berharga Rp576 juta (kurs Rp15.480).

Baca juga: Ada di Jepang, Kamar Hotel dengan Simulator Kokpit Boeing 737-800!

Dilansir Insider, rumah minimal mungil portable serba putih yang dinamakan Aero Tiny tersebut awalnya hanya difungsikan sebagai simulator bagi para pramugari di Brisbane, Australia. Pesawat buatan De Havilland, produsen pesawat asal Kanada, tersebut kemudian dijual dengan harga miring lewat media sosial Facebook, tepatnya hanya $1.320 atau Rp20 juta (kurs Rp15.480). Padahal, normalnya, pesawat tersebut masih berada dikisaran ratusan ribu bahkan jutaan dolar, tergantung pada tahun produksinya.

Melihat pesawat dengan harga murah, ditambah keinginan perusahaan untuk mencari wadah untuk berinovasi (dalam membuat rumah), Tiny House Guys, pun tak tinggal diam. Dengan cepat mereka mengakuisisi pesawat tersebut dan dialihfungsikan menjadi sebuah rumah minimalis mewah.

“Begitu saya melihatnya (Bombardier Q Series) dijual, saya tahu sesuatu yang istimewa dapat dibuat darinya. Kami membelinya langsung dan mengirimkannya ke rumah produksi kami untuk kemudian dirancang khusus menjadi sebuah rumah,” kata Rick Keel, pendiri perusahaan tersebut.

Meskipun tergolong berukuran kecil, hanya sekitar 1,6×2,7 meter atau 12 ,1 meter persegi, fasilitas yang ditawarkan Aero Tiny juga tergolong lengkap. Sebagaimana rumah pada umumnya, hunian portable yang bisa dibawa-bawa ketika liburan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kenyamanan penghuninya, seperti dapur minimalis, kamar mandi, meja dan sofa lipat, lemari, wastafel, lemari es mini, hingga area yang bisa digunakan untuk ruang tamu maupun kamar tidur.

Selain itu, bagi para pecinta pesawat, rumah tersebut sejak awal didesain untuk mempertahankan sebanyak mungkin karakter asli pesawat, termasuk kelongsong logam lengkung dan lipatan, jendela darurat, hingga tangga bercahaya yang mengarah ke interior. “Interiornya hampir seluruhnya dirombak untuk menciptakan ruang tamu minimalis. Namun, sejumlah fitur tertentu masih kami selamatkan,” tutur Rick.

Di samping itu, Aero Tiny juga tergolong ramah lingkungan. Pasalnya, pesawat tersebut mengandarkan sumber energinya dari matahari. Oleh karenanya, di bagian bawah rumah, terdapat panel surya dan baterai, sebagai alternatif energi cadangan dikala musim dingin tiba.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Untuk membuat rumah minimalis tersebut, Rick Keel dan perusahaannya, Tiny House Guys, harus menghabiskan waktu sekitar enam minggu. Waktu yang cukup lama dibandingkan project lainnya yang digarap perusahaan.

“Kami menghabiskan lebih dari enam minggu untuk mengubah badan pesawat menjadi rumah mungil yang indah di atas roda. Tujuan kami menciptakan Aero Tiny adalah untuk menjadi rumah kompak yang berkelanjutan,” pungkas Rick.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru