Setelah pada beberapa waktu ke belakang nama Boeing kembali diguncang isu lagi terkait crack yang ditemukan di pickle fork, kini kabar mengejutkan datang dari dalam negeri, dimana salah satu pesawat milik BUMN yang tengah terseok-seok, Garuda Indonesia dikabarkan juga mengalami retakan. Adapun unit yang terdampak masalah keretakan ini adalah 737-800 NG.
Baca Juga: Merespon Masalah ‘Crack’ di 737 NG, Boeing Dirikan Fasilitas Khusus di California
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman bisnis.com, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan menyatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pesawat yang memiliki 30.000 siklus terbang (flight cycle). Adapun, mayoritas pesawat Boeing Seri NG yang dioperasikan Garuda masih tergolong baru, sehingga banyak yang belum mencapai angka flight cycle tersebut.
“Ada tiga unit Boeing NG kami yang sudah mencapai flight cycle 30.000. Dari tiga itu, satu yang sudah kami temukan (adanya dugaan retakan pada pickle fork), posisinya saat ini sudah di-grounded,” ujar Ikhsan.
Ia menambahkan, pihak Garuda Indonesia sudah melakukan koordinasi dengan pihak Boeing selaku penyedia pesawat terkait ditemukannya retakan ini.
“Koordinasinya berkaitan dengan penanganan dan perbaikan retakan itu. Kami belum bisa bilang (meminta kompensasi) itu, tetapi ada pembicaraan mengenai itu juga,” sambungnya.
Berdasarkan data yang ada di Garuda Indonesia pada Kuartal I/2019, jumlah pesawat Boeing 737-800 NG yang dioperasikan mencapai 73 unit, dimana tiga di antaranya sudah mencapai 30.000 flight cycle.
Menanggapi hal ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan melakukan inspeksi terhadap seluruh varian Boeing 737 NG yang beroperasi di Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti, juga memerintahkan kepada Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) untuk menindaklanjuti pada surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh FAA terkait crack ini.
Baca Juga: Ada Keretakan di Boeing 737 NG, Kembali Ingatkan “Teori Habibie”
“Kemenhub sangat mengutamakan keselamatan, oleh karena itu, Ditjen Hubud akan dan terus berupaya penuh untuk memastikan keselamatan dari setiap pesawat yang beroperasi di Indonesia. Kami akan melakukan inspeksi lebih lanjut untuk memastikan tingkat kerusakan dari pesawat produksi Boeing, khususnya B737 NG,” jelas Polana, dikutip dari laman sumber lain.
Ternyata tidak hanya pesawat milik Garuda Indonesia saja yang dikabarkan mengalami crack, melainkan juga lima unit lain milik Sriwijaya juga divonis mengidap penyakit yang sama.