Saat comeback Boeing 737 MAX masih terus tertunda karena berbagai masalah yang terus-menerus muncul, penantang lain di pangsa pasar pesawat narrow body (untuk membendung Airbus A320neo) pun muncul. Mereka adalah Irkut Corporation.
Baca juga: Irkut MC-21 300, Burung Besi Asli Rusia yang Siap Goyang Pasar Narrow Body Airbus dan Boeing
Meskipun proses pengembangan dan produksi sempat tertunda akibat sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat (AS) yang mempengaruhi pasokan sayap komposit karbon buatan AS dan mesin oleh Pratt & Whitney sejak tahun 2014, Irkut dikabarkan tengah memperoleh kemajuan signifikan dalam pengembangan MC-21.
Perusahaan yang telah berpengalaman lebih dari 88 tahun di industri penerbangan Rusia ini menawarkan MC-21 dalam dua varian model, tipe standar MC-21-300 dengan jangkauan terbang hingga 6.000 km dan dapat memuat antara 163-211 kursi serta versi mininya, MC-21-200 dengan jangkauan hingga 6.400 km dan dapat memuat antara 132-165 penumpang.
Varian tersebut memang dimaksudkan untuk membawa MC-21 masuk dalam segmen narrowbody jarak pendek dan menengah. Sedangkan untuk dapur pacunya, MC-21 akan ditenagai oleh mesin Pratt & Whitney dan varian dengan mesin PD-14 yang diproduksi oleh produsen mesin Rusia, Aviadvigatel.
Simple Flying menyebut, belakangan United Aircraft Corporation (UAC) Rusia (induk dari Irkut) tengah berjuang keras mengejar keterlambatan target akibat sanksi ekonomi oleh AS. Defense World melaporkan, UAC sampai mengerahkan empat pesawat uji coba sekaligus, dimana dua di antaranya diproyeksikan sebagai prototipe pesawat komersial dengan kapasitas penumpang 163-211 kursi.
Saat ini, setidaknya ada enam maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang telah memesan sebanyak 95 unit MC-21. Namun pesanan itu tidak disebutkan dengan rinci, entah MC-21-300 atau MC-21-200. Enam maskapai tersebut mulai dari flag carrier Rusia, Aeroflot yang memesan 50 unit, Azerbaijan Airlines, Cairo Aviation, Peruvian Airline, dan maskapai penerbangan Indonesia, Merpati Nusantara Airlines masing-masing memesan 10 unit, serta maskapai asal Kazakhtan, Bek Air dengan pesanan sebanyak lima unit.
Guna mengurangi backlog atau pesanan, UAC telah berikrar untuk menggenjot produksi di setiap tahunnya, mulai dari enam unit di tahun 2021, 12 unit di tahun 2022, 25 unit di tahun 2023, bahkan hingga 72 unit per tahun pada 2025. Bila segalanya berjalan lancar, bukan tak mungkin, MC-21 akan benar-benar bisa jadi alternatif maskapai di seluruh dunia agar mempunyai alternatif lain di luar Boeing dan Airbus mulai tahun 2021 mendatang. Lagi pula, dari segi spesifikasi, MC-21 juga dibekali sejumlah keunggulan.
Selain akan dipatok dengan harga di bawah Boeing 737 MAX dan Airbus A320neo, MC-21 juga memiliki kabin dan gangway terluas di kelasnya. Hal itu memungkinkan gangway MC-21 cukup untuk dilewati oleh troli katering dan oleh satu orang lainnya tanpa perlu bergantian atau saling salip. Sebuah keunggulan yang dirasa lumayan cukup berpengaruh.
Baca juga: Mengenal Irkut MC-21, Pesawat Produksi Rusia yang Jadi Calon Armada Merpati Airlines
Sejarah mencatat, dimensi pesawat terbukti membuat Boeing 707 menuai sukses -sekaligus awal dari kesuksesan divisi komersial Boeing- setelah Presiden Boeing, Bill Allen,menginstruksikan Tex Johnston, kepala uji coba Boeing untuk membuatnya menjadi beberapa inci lebih lebar dari McDonnell Douglas DC-8.
Tak lupa, in flight entertainment pesawat berupa sistem pencahayaan LED di dalam kabin, layar hiburan, serta port USB type A juga tersemat untuk memanjakan penumpang. Bahkan, konon kabarnya, penumpang juga dapat mengakses fasilitas wi-fi gratis selama penerbangan – kendati pihak Irkut masih enggan menyebutkan siapa yang menjadi vendor untuk urusan ini.