Seorang pembajak tewas setelah pesawat Biman Bangladesh Airlines mendarat di Bandara Chittagong. Penembakan tersebut terjadi lantaran seorang pria bersenjata yang diduga mencoba untuk membajak pesawat yang berangkat dari Dhaka menuju Dubai tersebut.
Baca juga: Disinyalir Rindu Keluarga, Mahasiswa Paruh Waktu ini Coba Curi Pesawat!
KabarPenumpang.com melansir dari laman independent.co.uk (24/2/2019), awalnya pesawat Biman Bangladesh Airlines Boeing 737 berangkat dari Dhaka menuju ke Dubai pukul 16.35 waktu setempat. Namun harus mendarat di Bandara Chittagong pukul 17.40 waktu setempat karena seorang pria berusaha membajak pesawat tersebut.
Pendaratan darurat dilakukan pilot ketika mendapat kabar dari seorang awak kabin bahwa ada pria yang berperilaku mencurigakan. Ada 143 penumpang dan tujuh anggota awak diizinkan pergi setelah polisi dan pasukan militer mengepung pesawat tersebut.
“Semua dari mereka telah keluar dari pesawat dengan selamat,” ujar Manajer umum Biman Bangladesh Airlines Shakil Miraj.
Seorang politisi Bangladesh Moin Uddin Khan Badal yang ikut dalam penerbangan tersebut mengatakan ada penembakan. Dia juga mengklaim pembajak menuntut untuk berbicara dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina.
Seorang pejabat militer yang menangani hal ini mengatakan, pelaku diketahui seorang pria Bangladesh yang berusia sekitar 25 tahun. Kemudian pasukan khusus Bangladesh menembaki tersangka saat yang bersangkutan diminta untuk menyerah.
Pria yang belum dirilis namanya tersebut sempat diminta berbicara dengan sang istri dan perdana menteri. Sayang, tersangka tewas karena luka-lukanya sebelum tiba di rumah sakit. Ketua Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh Nayeem Hassan mengatakan tersangka tampak tidak seimbang secara mental.
“Dari pembicaraan dan dialog yang kami lakukan dengannya, tampaknya ia secara psikologis gila. Aku mengatakan ini karena perilakunya. Dia ingin berbicara dengan perdana menteri,” ujar Hassan.
Juru bicara militer lainnya, Abdullah Ibne Zaid, juga mengatakan calon pembajak itu diduga mengklaim memiliki senjata dan bom yang diikatkan di dadanya.
Baca juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426
“Pasukan khusus tentara melakukan operasi dan pria bersenjata telah dinetralkan. Situasi di bandara di bawah kendali tentara Bangladesh, ”katanya.
Penerbangan ditangguhkan di bandara ketika polisi menutup area sekitar pesawat. Investigasi akan dilakukan untuk menentukan apakah penyimpangan keamanan telah terjadi, tambahnya.