Meski terdengar kontroversial, kereta dengan kemampuan meluncurkan rudal balistik itu memang ada. Saat berkecamuknya Perang Dingin, Uni Soviet mengembangkan kemampuan peluncur rudal balistik dengan kemampuan mobile, yang salah satunya mengandalkan wahana kuda besi.
Dan saat era kebangkitan Rusia, peluncur rudal balistik dari kereta api bukan isapan jempol belaka, persisnya Rusia punya ambisi untuk merilis kereta peluncur rudal balistik yang tak dapat dideteksi oleh satelit. Kombinasi rudal balistik antar benua atau Intercontinental Ballistic Missiles (ICBM) RS-24 dengan kereta lapis baja setebal 1 inch pengangkut rudal jelas menjadi alutsista startegis yang mematikan. Dengan jangkauan sejauh 3.400 mil atau 5471 kilometer dengan keampuan membawa hulu ledak nuklir, rudal tersebut diklaim mampu melenyapkan sebuah kota dalam hitungan detik.
Meski keberadaanya telah diungkap lewat beberapa foto, tapi sejauh ini, belum ada fakta bahwa Rusia telah meluncurkan rudal balistik dari kereta api. Dan lama tak ada kabar tentang kereta peluncur rudal balistik, justru ada berita datang dari Korea Utara. Jagad pemerhati alutsista global dalam beberapa hari ini sedang dihebohkan dengan dirilisnya beberapa foto tentang peluncuran rudal balistik dari atas kereta api.
Walau belum ada keterangan resmi dari pihak Korea Utara, militer Negeri Kim Jong Un itu diketahui memiliki apa yang disebut “Railway Mobile Missile Regiment.” Dan pada Rabu (15/9), dua rudal balistik diwartakan telah diluncurkan dari Korea Utara ke arah Laut Timur. Rudal balistik yang diduga dari jenis KN-23 disebut-sebut punya jangkauan 497 mil atau 800 km dan ketinggian sekitar 60 km.
Baca juga: Mewah Bak Limousine, Berlapis Baja Laksana Tank, Inilah Kereta Diktator Korea Utara
Di tengah tekanan Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan, Korea Utara dalam beberapa waktu ini justru melakukan langkah balasan dengan melakukan latihan uji coba penembakan rudal balistik, dimana jangkauan rudal tersebut bisa mencapai daratan Jepang.