Ketika pemberitaan seputar Cathay Pacific selama ini hanya berkutat pada perusahaan yang terdampak demo besar-besaran yang terjadi di Hong Kong terkait RUU Ekstradisi, kini kabar lain menyebutkan bahwa saham maskapai plat merah Hong Kong ini rencananya bakal ditingkatkan oleh raksasa kedirgantaraan asal Timur Tengah, Qatar Airways. Ya, saham Cathay Pacific selama ini diketahui dikuasai oleh tiga maskapai: Swire Pacific, Qatar Airways dan Air China.
Baca Juga: Diterjang Badai “RUU Ekstradisi,” Sampai Kapan Cathay Pacific dapat Bertahan?
Mengingat harga saham Cathay Pacific yang tengah anjlok pasca demo RUU Ekstradisi, wajar agaknya jika Qatar selaku salah satu pemegang saham ingin meningkatkan kepemilikannya. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (29/8), bos Qatar, Akbar al Baker menyatakan kebanggaannya dapat berafiliasi dengan maskapai sekelas Cathay. Tidak hanya saham Cathay saja yang tengah terpuruk, pun dengan citra perusahaan. Tergabungnya ribuan pekerja Cathay ke dalam massa demonstrasi tersebut tentu mencoreng image flag carrier Hong Kong ini.
Kendati begitu, Ahmad al Baker justru tetap optimis dengan kondisi yang tengah menimpa Cathay.
“Cathay ada di sana (Hong Kong) untuk melayani perjalanan udara dan untuk menghubungkan warga Hong Kong dan Cina dengan dunia luar, karena faktanya adalah, Hong Kong merupakan bagian integral dari Cina daratan,” ujar Ahmad al Baker.
Saat ini, Qatar Airways dikabarkan memiliki 10 persen saham Cathay.
Namun upaya Qatar untuk mencaplok saham Cathay lebih besar ini terhambat oleh satu dan lain hal, dan satu yang paling tampak adalah Air China dan Swire Pacific yang terlihat tidak senang dengan ide tersebut. Walaupun begitu, upaya Qatar ini dilakukan semata-mata hanya untuk membantu menavigasi Cathay untuk keluar dari ‘turbulensi’ yang kini tengah mengerjang pihak perusahaan.
Baca Juga: Catat Laba Spektakuler di 2018, Cathay Pacific Berencana Akuisisi Hong Kong Express
Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, dalam pembukuan 12 Agustus 2019 kemarin, saham Cathay terjun bebas lebih dari empat persen – dimana kondisi ini mendekati level terendah saham maskapai dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Saham Cathay Pacific anjlok ke level 9,82 dollar Hong Kong pada sesi awal perdagangan. Ini merupakan level terendah sejak Oktober 2018 dan hampir mencapai level terburuk sejak krisis keuangan global pada 2009.