Bandara Gatwick mengalami kekacauan lantaran toilet bandara tersebut terpaksa ditutup. Ini terjadi lantaran pasokan air dari perusahaan air minum (PAM) setempat, SES Water, terhenti akibat ledakan pada pipa. Penumpang pun kebingungan atas kondisi ini. Tak hanya itu, banyak restoran dan outlet lainnya terpaksa tutup lantaran tidak ada air di bandara.
Baca juga: Bikin Kaget Penumpang, Toilet Bandara Ini Isinya Sayuran: Mungkin Ada yang Ingin Masak
Laporan media lokal yang dikutip Simple Flying, hanya dua toilet di salah satu terminal Bandara terbesar dan tersibuk kedua di Inggris setelah Bandara Heathrow itu yang beroperasi penuh. Itupun juga dengan aliran air yang kecil. Kondisi ini menyebabkan antrean cukup panjang.
Kondisi tersebut diperparah dengan gelombang panas yang menerjang. Inggris, dan negara Eropa lainnya, tengah dilanda suhu panas ekstrem. Diperkirakan, Negeri Ratu Elizabeth itu akan mengalami suhu panas dalam beberapa hari mendatang.
Suhu tertinggi diperkirakan mencapai 39 derajat celcius. Ahli metologi memperkirakan gelombang panas akan lebih sering terjadi sebagai dampak dari perubahan iklim.
Suhu tinggi 20 derajat celcius seharusnya menjadi suhu normal di sebagian wilayah Inggris hingga akhir pekan pertengahan Juli 2022. Namun, suhu diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 31 derajat di kota-kota seperli London dan Oxford.
Kantor meteorologi dan badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mengeluarkan peringatan gelombang panas di beberapa wilayah Inggris.
Selain itu, pakar perubahan iklim telah memperingatkan bahwa negara-negara yang ada di belahan bumi saat ini perlu segera beradaptasi dengan gelombang panas yang akan terjadi berulang.
Di tengah gelombang panas tersebut, permintaan air meningkat, baik rumah, perkantoran, maupun bandara. Kerusakan pada aliran air SES Water sampai pasokan air ke bandara tersendat tentu menjadi musibah besar bagi penumpang petugas di bandara tersebut.
Sampai saat ini, petugas dari PAM tersebut masih melakukan proses perbaikan dan diharapkan itu segera selesai.
Sementara itu, pihak bandara melakukan beberapa langkah darurat untuk menanggulangi masalah ini, seperti mengirimkan mobil tanker air serta menyediakan minuman air kemasan untuk penumpang minum maupun penggunaan lainnya.
“Kami telah mengidentifikasi sumber air yang meledak di Shipley Bridge, dan bekerja keras untuk menyelesaikannya. Seiring kemajuan kami dengan perbaikan, kami berharap ini akan mulai memulihkan tekanan ke daerah sekitarnya,” kata juru bicara SES Water.
Baca juga: Aksi Prank YouTuber ‘Welcome to Luton’ di Bandara Gatwick Bikin Penumpang Panik
“Masalah dengan pasokan Air SES ke Gatwick dan daerah sekitarnya pagi ini telah menyebabkan tekanan air lebih rendah dari biasanya di seluruh bandara. Kami bekerja sama dengan SES Water untuk memastikan masalah ini diselesaikan secepat mungkin,” jelas juru bicara Bandara Gatwick.
“Air kemasan tersedia untuk penumpang dan staf di seluruh bandara dan tindakan darurat lainnya sedang dilakukan untuk memastikan kesejahteraan penumpang kami. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan penumpang,” tambahnya.