Usai dikelola oleh perusahaan asal India, GMR Airport, Bandara Internasional Kualanamu disebut bakal menyaingi Bandara Internasional Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur sebagai hub regional, khususnya untuk tujuan dari dan ke Asia Selatan, Asia Utara, dan Australia.
Baca juga: Dikelola Perusahaan India Selama 25 Tahun, Bandara Kualanamu Bakal Jadi Hub Internasional Barat Indonesia
Di tangan GMR Airport, yang notabene memiliki reputasi tinggi sebagai bagian dari perusahaan operator jaringan bandara terkemuka asal perancis yaitu Aeroports De Paris (ADP), Bandara Kualanamu akan diperluas hingga menampung 54 juta penumpang dalam setahun, sedikit di bawah Changi yang melayani 62.2 juta penumpang pada tahun 2017.
Selain itu, dengan memperkuat konektivitas internasional dalam mewujudkan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise sharing dan Equity partnership, Bandara Kualanamu akan dipercaya penumpang dan maskapai serta bisa bersaing secara global.
Pengamat penerbangan nasional Suharto Abdul Majid menyebut, di tangan perusahaan India yang memiliki relasi dengan ADP, Bandara Kualanamu nantinya bukan hanya menjadi hub wilayah barat Indonesia dan bersaing dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tetapi juga bersaing dengan Bandara Internasional Changi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sebagai salah satu pusat distribusi rantai pasok global di kawasan Asia.
Selama ini, hub di kawasan Asia Selatan menuju Asia Utara hanya tergantung pada dua bandara itu. Sedangkan, meski secara pelayanan dan kapasitas sudah mumpuni, Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak menguntungkan secara geografis, karena berada jauh di bawah dan ini bisa dimanfaatkan oleh Bandara Kualanamu untuk itu.
Dalam hematnya, dengan investasi sebesar 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp85,5 triliun, termasuk investasi tambahan sedikitnya Rp15 triliun, ditambah pengalaman GMR Airport dalam mengelola bandara, Bandara Kualanamu baru benar-benar bisa bersaing secara global dengan Bandara Changi dan KLIA lima tahun mendatang.
“Ini menjadi hub yang strategis dan bisa menghubungkan penerbangan internasional. Melalui kerja sama dengan partner yang memiliki reputasi dan pengalaman pengelolaan bandara secara internasional serta jaringan bandara yang dikelola oleh GMR dan ADP maka bandara Kualanamu bisa dilirik maskapai lain artinya bisa menjadi hub strategis dan menyaingi Changi,” katanya.
“Saya optimistis dengan kerja sama ini maka dalam 5 tahun bandara Kualanamu akan bisa menyaingi bandara Changi,” tambahnya.
Lebih lanjut, kemitraan strategis ini maka Bandara Kualanamu akan mendapatkan best practise knowledge dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan, juga fasililitas yang lebih baik, pilihan rute yang banyak dan pengelolaan yang lebih baik.
Baca juga: Demi Kejar Pesawat, Ibu Ini Nekat Kemudikan Minibus Paradep dari Siantar ke Bandara Kualanamu
Chairman GMR Group Energy and International Airports, Srinivas Bommidala, seolah mengamini hal itu. Dalam pernyataan resminya, ia menyebut, pasar penerbangan Indonesia sebagai yang terbesar di ASEAN.
“Proyek ini menandai masuknya GMR Airports di sektor Penerbangan Indonesia yang berkembang pesat, terbesar di ASEAN dan pasar yang potensial. Kemenangan tender juga memperkuat kredensial GMR Group sebagai salah satu pengembang dan operator bandara terbesar di dunia,” singkatnya.