Gempa Turkiye magnitudo 7,8 SR dan gempa susulan 7,5 SR pada Senin lalu menimbulkan kerusakan sangat parah di Turkiye dan Suriah bagian utara. Selain banyak bangunan runtuh dan menimbulkan korban cukup banyak, gempa juga menghancurkan banyak bandara di lokasi terdampak. Akibatnya, penyaluran bantuan kemanusiaan sempat terkendala.
Baca juga: Pria Depresi Tewas di Bandara Turki Setelah Batal Pulang ke Inggris
Sejak hari pertama gempa terbesar dalam 100 terakhir di Turkiye mengguncang pada Senin lalu, seluruh bandara di lokasi gempa ditutup untuk penerbangan apapun, baik sipil maupun penerbangan evakuasi medis dan penerbangan kemanusiaan.
Tak lama kemudian, beberapa bandara pun dibuka kembali untuk memudahkan mobiisasi bantuan kemanusiaan, relawan, dan korban.
Sedikitnya ada tiga bandara yang diandalkan pemerintah Turkiye dalam menyalurkan logistik bantuan, mengevakuasi korban, dan mengirim relawan SAR.
Pertama adalah Bandara Adana Sakirpasa. Bandara yang terletak di provinsi Adana, Turkiye selatan, ini dilaporkan mengalami kerusakan parah pada bagian terminal dan lainnya. Dilihat dari gelombang getaran gempa, sangat wajar Bandara Adana mengalami kerusakan parah mengingat posisinya yang tak jauh dari pusat gempa di Kahramanmaras, Gaziantep.
Meskipun sempat ditutup untuk penerbangan apapun, bandara dibuka kembali untuk memudahkan pengiriman bantuan ke lokasi bencana dari arah barat.
Satu-satunya runway Hatay Airport, Antakya, Tenggara Turkiye rusak akibat hantaman Gempa 7,8 SR. Bbrp bandara lain disebut lebih parah di dekat pusat gempa di Kahramanmaras. Gempa pertama 7,8 SR sangat merusak, gempa susulan 7,5 SR tak lama berselang bikin byk bangunan runtuh. pic.twitter.com/f4hvCcrU72
— KabarPenumpang (@kabarpenumpang) February 7, 2023
Kedua adalah Bandara Hatay, selatan Turkiye. Sama halnya dengan Bandara Adana, Bandara Hatay juga mengalami kerusakan parah. Bedanya, bila Bandara Adana hanya terbatas pada bangunan saja, Bandara Hatay juga mengalami kerusakan di bagian runway (landasan pacu). Celakanya, bandara tersebut hanya mempunyai satu runway dan kerusakannya pun sangat tidak memungkinkan pesawat mendarat.
Dilihat dari berbagai video yang beredar di media sosial, kerusakan pada runway Bandara Hatay terletak pada bagian tengahnya yang retak seolah terbelah menjadi dua. Patahan runway tersebut kemudian menjulang ke atas seolah membentuk gunung kecil yang berada persis di tengah runway, bukan di bagian ujung runway.
Karenanya, sampai saat ini, Bandara Hatay dilaporkan masih tertutup untuk penerbangan apapun karena tidak memungkinkan pesawat mendarat.
Baca juga: Mau Tengok Artefak di Turki? Yuk Mampir ke Museum di Bandara Istanbul
Ketiga adalah Bandara Internasional Gaziantep Oğuzeli. Bandara ini berjarak sangat dekat dengan pusat gempa di Kahramanmaras. Beruntung, tak terjadi kerusakan berarti di sini, begitu juga pada bagian landasan pacu bandara.
Kendati begitu, otoritas bandara tetap menutup penerbangan sipil dan hanya mengizinkan penerbangan evakuasi medis, penyaluran logistik bantuan, dan penerbangan kemanusiaan. Bandara ini menjadi pusat penyaluran logistik dan evakuasi lantaran berada di tengah-tengah wilayah terdampak gempa bumi Turkiye. Demikian dikutip dari Simple Flying.