Entah apakah terkait langsung dengan krisis industri penerbangan yang terjadi di Rusia, namun ada kabar dari Moskow, bahwa Rusia telah menuntaskan tahapan merger Sukhoi – JSC Sukhoi Company ke dalam perusahaan induk aviasi Rusia – United Aircraft Corporation (UAC).
Dengan tuntasnya merger Sukhoi, menjadikan manufaktur jet tempur dan pesawat komersial papan ini, statusnya bersama-sama dengan Ilyushin, Irkut, Mikoyan, Sukhoi, Tupolev, dan Yakovlev, yang kesemuanya berada di bawah naungan UCA. Dalam siaran pers, AUC mengungkapkan bahwa Sukhoi dan MiG telah menyelesaikan merger yang direncanakan sejak lama, yaitu sudah dijadwalkan pada Februari 2006.
“Merger ini disetujui oleh Dewan Direksi UAC pada November 2021, dan pemegang saham dari tiga perusahaan memberikan persetujuan mereka untuk merger pada Januari 2022,” ujar CEO Rostec Sergey Chemezov.
Ia menambahkan, merger ini adalah bagian dari restrukturisasi dan mengakhiri tahap penting dalam transformasi perusahaan UAC, yang secara khusus menyiratkan, transisi dari sistem tata kelola tiga tingkat ke dua tingkat di perusahaan. “Merek Sukhoi dan MiG, yang kuat dan dikenal di seluruh dunia, akan tetap ada di pesawat yang diproduksi dan sekolah desainer terkenal di kedua perusahaan akan terus berkembang,” kata Chemezov.
UAC adalah anak perusahaan dari Rostec, yakni perusahaan raksasa milik negara yang memiliki lebih dari 700 perusahaan, termasuk hampir keseluruhan elemen industri militer Rusia. Didirikan pada tahun 2006, perusahaan ini mengkonsolidasikan banyak produsen kedirgantaraan Rusia yang terpuruk sejak runtuhnya Uni Soviet.
Sukhoi dan MiG telah beroperasi di fasilitas produksi yang sama sejak Maret 2021. Penggabungan ini terjadi pada saat sektor kedirgantaraan dan penerbangan Rusia yang terkena sanksi internasional.
Bisnis Sukhoi dominan melayani produksi jet tempur untuk Angatan Udara Rusia dan ekspor. Sementara bisnis pesawat komersialnya berusaha berjalan meski mendapat tekanan. Contohnya seperti Sukhoi Superjet 100, meski produksi Rusia, namun nasib pesawat regional narrow body itu terancam akibat imbas sanksi yang dikenakan Barat terhadap Rusia pasca invasinya ke Ukraina pada akhir Februari lalu.
Baca juga: Kena Embargo Mesin dari Perancis, Sukhoi Superjet 100 Rusia Terancam Di-Grounded
Superjet 100 diproduksi oleh United Aircraft Corporation di Irkut, tetapi elemen terpenting pesawat twin jet ini mengacu pada teknologi Barat.