Saturday, April 5, 2025
HomeAnalisa AngkutanApakah Pilot Simulator Pesawat Boleh Melakukan Manuver Berbahaya?

Apakah Pilot Simulator Pesawat Boleh Melakukan Manuver Berbahaya?

Sebelum menjajal penerbangan sungguhan, pilot harus melewati berbagai pelatihan dan ujian di simulator pesawat. Mengingat simulator pesawat harga sewanya cukup mahal, banyak pilot yang tak ingin sekedar melewatkan momen berlatih di simulator dengan normal-normal saja dan ingin melakukan manuver berbahaya. Pertanyaannya, bolehkah?

Baca juga: Apa Itu Simulator Level D? Berikut Penjelasannya

Menurut seorang pilot, Randy Duncan, pilot simulator sangat mungkin melakukan manuver berbahaya atau manuver gila yang belum tentu didapatkan di penerbangan sungguhan.

Biasanya, usai berlatih dan menyelesaikan seluruh modul pelatihan, instruktur akan bertanya ke pilot terkait keinginan melakukan manuver yang tak biasa.

Pada umumnya pilot tentu saja menginginkan hal itu untuk berjaga-jaga andai terjadi pada penerbangan sungguhan, mulai dari kehilangan seluruh mesin saat di ketinggian sekitar 3.000 kaki, crosswind besar dan kuat, serta banyak lainnya.

Tetapi ini masih dianggap biasa dan mudah menanganinya. Cukup dengan menurunkan gear landing dan mengaktifkan flap, pesawat pun perlahan turun dan mendarat di runway.

Beberapa pilot tak ingin sekedar itu dan melakukan beberapa akrobatik (manuver) ringan, seperti wingovers atau barrel rolls. Simulator canggih dan mahal sangat bisa melakukan itu dan membuatnya seperti sungguhan.

Dalam catatannya, di antara pilot yang mencoba melakukan itu, ada yang berhasil di awal dan gagal di akhir sehingga pesawat jatuh. Beruntung itu hanya di simulator.

Tergantung instrukturnya, pilot simulator terkadang ditantang untuk melewati ujian berbagai kondisi atau skenario esktrem, salah satunya mendaratkan pesawat dalam kondisi semua mesin mati, kelistrikan mati, sistem hidrolik tidak berfungsi, ruangan berasap sehingga harus memakai kacamata dan masker oksigen, serta terjadi turbulensi ringan.

Kondisi tersebut, lanjut Randy, sangat tidak mudah. Butuh kerja sama apik antara pilot dan kopilot. Tanpa hidrolik, kontrolnya (yoke atay side stick) sangat berat dan butuh tenaga ekstra untuk menariknya. Beruntung, ketika dihadapi itu, ia dan kopilot berhasil melaluinya dengan baik.

Baca juga: Boeing 747 Ex British Airways Disulap Jadi Simulator, 2023 Dibuka untuk Umum

Meski begitu, seiring bertambahnya usia dan seiring kecanggihan teknologi simulator pesawat sehingga membuatnya begitu nyata dan hampir tidak ada perbedaan dengan penerbangan sungguhan, Randy mengaku enggan melakukan manuver gila, berbahaya, dan tak biasa. Ia mengaku takut manuver dan kondisi ‘gila’ tersebut benar-benar terjadi, terlebih dengan visual yang sangat nyata.

Diketahui, simulator pesawat paling canggih saat ini (level D) atau full flight simulator memiliki fitur motion effect untuk mensimulasikan insiden tertentu seolah nyata. Simulator level D (yang tertinggi) menawarkan pengaturan dan tata letak kokpit yang identik dengan pesawat nyata, bidang penglihatan yang luas dan simulasi dalam kondisi siang, malam, sampai senja.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru