Pada bulan Februari 2019 lalu, Airbus menyadari bahwa permintaan untuk pesawat superjumbo telah berakhir setelah pelanggan terbesar mereka, Emirates, memutuskan untuk membatalkan pesanan untuk 39 pesawat (A380) barunya. Kala itu, maskapai tersebut melihat bahwa era pesawat lebih kecil namun mampu terbang tak kalah jauh,seperti 330-900 dan A350-900, dapat menggantikan posisi A380.
Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!
Dikutip dari laman Simple Flying, meskipun saat ini maskapai telah beralih dari pesawat besar dengan empat mesin ke pesawat medium atau menengah besar dengan mesin ganda, maskapai yang telah terlanjur memiliki pesawat superjumbo, dan tak lagi memiliki banyak pelanggan A380, setidaknya masih mempunyai dua opsi. Seperti penerbangan haji dan pesawat angku militer.
Namun demikian, jikalau pun dipaksakan untuk penerbangan komersial, maskapai setidaknya harus merogoh kocek sebesar Rp464 juta per jam. Bila pada umumnya armada A380 digunakan dalam penerbangan jarak jauh, bahkan ada yang sampai 21 jam, bisa dibayangkan berapa dana yang harus dikeluarkan untuk sebuah perjalanan A380. Tentu sangat besar. Terlebih, di tengah iklim maskapai global yang kacau akibat virus corona atau COVID-19, menerbangkan A380 rasanya bukanlah keputusan tepat.
Dengan kondisi di tengah wabah corona dan kecenderungan maskapai yang lebih memilih pesawat bermesin ganda namun memiliki kemampuan terbang jarak jauh, harga untuk sebuah pesawat Airbus A380 disinyalir akan terus anjlok. Dalam katalog daftar harga pesawat-pesawat Airbus, pesawat baru A380 terakhir masih berada dikisaran US$445 juta atau Rp7,1 triliun (kurs 15.480). Namun, harga tersebut diprediksi akan terus mengalami penurunan di tengah harga suku cadangnya yang justru tengah mengalami kenaikan. Tak terkecuali dengan nilai jual pesawat bekas pakai A380.
Seorang analis valuasi dari Ascend by Cirium, Valerie Bershova, harga A380 keluaran 2005 lalu saat ini dibanderol senilai US$77 juta atau Rp1,2 triliun (kurs 15.480). Untuk keluaran tahun lalu, harganya diperkirakan mencapai US$276 juta atau Rp4,4 triliun (kurs 15.480). Angka-angka tersebut keluar sebelum wabah virus corona terus menggrogoti industri penerbangan global, tak terkecuali dalam pasar penjualan pesawat bekas. Oleh karenanya, saat ini, diperkirakan harga pesawat A380 bekas berada jauh lebih rendah dari nilai jual terakhir Rp4,4 triliun.
Baca juga: Virus Corona Bikin Qantas ‘Pensiunkan Dini’ Pesawat Terbesar di Dunia Airbus A380
Pangsa pasar pesawat bekas di dunia memang tak kalah menariknya dengan pangsa pasar pesawat baru. Pasalnya, selain dapat digunakan kembali untuk berbagai penerbangan, baik sipil maupun militer, pesawat bekas juga dapat dijadikan untuk sebuah gantungan kunci. Bagi mereka yang tak tertarik di dunia penerbangan, mungkin itu hanya sebuah gantungan kunci biasa. Namun, bagi pecinta dirgantara, gatungan kunci dari pesawat bekas pakai mungkin adalah sebuah kebanggan.
Pada pertengahan Februari lalu, situs aviationtag.com, mengumumkan bahwa mereka untuk pertama kalinya menjual gantungan kunci dari pesawat bekas Airbus A380 milik Singapore Airlines yang sudah purna tugas. Dalam situs tersebut, tertara bahwa Airbus A380 dijual dengan harga mulai dari Rp 415.000 atau €27.95. Menarik, bukan?