Thursday, April 3, 2025
HomeAnalisa AngkutanAirAsia Bakal Operasikan 100 Taksi Udara eVTOL, Jadi Armada Ride Hailing

AirAsia Bakal Operasikan 100 Taksi Udara eVTOL, Jadi Armada Ride Hailing

Usai holdingnya berganti nama menjadi Capital A demi masa depan perusahaan yang lebih cerah dengan semangat dan nama baru, AirAsia terus tancap gas dari segi inovasi dan pengembangan bisnis. Terbaru, maskapai asal Malaysia ini dikabarkan siap mengoperasikan 100 taksi udara atau taksi terbang electric vertical take-off and landing (eVTOL).

Baca juga: Setelah Ride Hailing, AirAsia Berencana Hadirkan Layanan Taksi Udara

Kepastian itu didapat setelah AirAsia menekan kontrak kerjasama dengan Avolon, leasing pesawat atau lessor terbesar ketiga di dunia, untuk sewa 100 taksi udara eVTOL VX4 Vertical Aerospace. AirAsia bertekad menjadikan 100 armada tersebut sebagai taksi udara ride hailing terkemuka di Asia Tenggara.

“Inovasi selalu menjadi DNA kami dan menggunakan teknologi untuk melihat cara yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam melakukan sesuatu adalah fokus utama di Capital A (sebelumnya AirAsia Group). Saya sangat senang dengan kemitraan antara Avolon dan AirAsia ini dan potensi perjalanan udara jarak dekat tanpa emisi di Asia Tenggara,” kata CEO Capital A, Tony Fernandes.

“Di VX4, kami telah mengidentifikasi apa yang kami yakini akan menjadi pesawat eVTOL pilihan dan kami sangat senang menjadi maskapai peluncuran untuk pesawat di Asia Tenggara,” lanjutnya.

Tak hanya menyiapkan 100 taksi udara eVTOL VX4 Vertical Aerospace, untuk melayani mobilitas udara perkotaan (UAM) di Asia Tenggara beberapa tahun ke depan, Avolon juga akan mendukung AirAsia dari segi platform ride sharing beserta ekosistemnya. Ini disebut sebagai generasi Uber Terbang.

“Kami senang dapat bermitra dengan AirAsia yang memiliki visi yang sama dengan kami untuk merevolusi masa depan perjalanan udara. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Tony, dan tim AirAsia, dalam perjalanan eVTOL mereka,” jelas CEO Avolon, Dómhnal Slattery.

“Bersama-sama kami akan mengembangkan platform berbagi perjalanan dan membawa pesawat VX4 nol-emisi ke dalam layanan, memposisikan AirAsia sebagai operator pilihan untuk perjalanan udara berkelanjutan di kawasan ini,” tambahnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Produsen dirgantara global saat ini sedang berlomba-lomba mengembangkan taksi udara atau taksi terbang electric vertical take-off and landing (eVTOL). Embraer mengembangkan taksi udara eVTOL EVE. Airbus pun demikian, juga mengembangkan taksi udara listrik eVTOL sendiri. Lain cerita dengan Boeing yang memilih berinvestasi ke start-up Wisk Aero untuk mengembangkan taksi udara eVTOL.

Baca juga: AirAsia Group Bakal Ganti Nama Jadi Capital A, Begini Alasannya

Di luar nama-nama besar itu, start-up teknologi satu per satu bermunculan dalam mengembangkan taksi terbang eVTOL. Sebut saja Joby Aviation yang didukung Toyota, Wisk Aero yang didukung Boeing, Volocopter yang didukung Daimler, Archer, Skai, Bell Textron, dan masih banyak lainnya, termasuk Vertical Aerospace.

Taksi udara eVTOL VX4 Vertical Aerospace diketahui berkapasitas empat penumpang, dengan 321 km per jam, dan jangkauan 160 km.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru