National Association for Advancement of Colored People (NAACP) mengajukan tuduhan kepada American Airlines terkait masalah diskriminasi terhadap orang Afrika-Amerika yang menaiki penerbangan maskapai tersebut. Tuduhan yang dilayangkan terkait hak asasi manusia dimana budaya korporat tentang ketidakpekaan rasial dan bias ras terhadap orang-orang Afrika-Amerika.
Baca juga: Berat Badan Dianggap Berlebih, Awak Kabin Ini Ajukan Tuntutan ke Maskapai
KabarPenumpang.com melansir dari laman paddleyourownkanoo.com (25/10/2017), bahwa NAACP memperingatkan orang Afrika-Amerika jika mereka bisa mendapatkan perlakuan tidak sopan, diskriminatif dan tidak aman saat bepergian dengan American Airlines. Hal ini membuat NAACP membuat keputusan untuk menerbitkan peringatan tersebut dengan mengikuti pola insiden yang mengganggu dan atas laporan penumpang tersebut khusus untuk American Airlines.
Ada beberapa insiden yang terjadi pada orang Afrika-Amerika saat menggunaka American Airlines yakni dimana seorang pria Afrika-Amerika menjadi korban diskriminasi oleh penumpang lain dan terpaksa menyerahkan kursinya. Selain itu ada pula penumpang kulit hitam yang duduk di kelas satu kemudian diturunkan dari kabin sedangkan temannya tetap duduk di kelas satu.
Seorang ibu dan putrinya juga dikeluarkan dari penerbangan karena meminta kereta dorong dipindah dari tempat sebelum kereta tersebut jatuh dan terguling. Beberapa insiden ini cukup menjatuhkan karena layanan pelanggan seperti membedakan warna kulit, kebangsaan, agama hingga jenis kelamin.
Namun, NAACP mengatakan insiden ini kemungkinan hanya fenomena pucak gunung es dan menganggap sebagai budaya perusahaan yang tidak dapat diterima dan mengklaim bahwa perilaku tersebut terjadi secara acak. Sebagai tanggapan masalah ini, beberapa penumpang American Airlines yang menggunakan media sosial memberikan hashtag #Happened2MeOnAA untuk menyoroti insiden lain yang diduga melakukan perilaku diskriminatif.
Tapi, dengan adanya ini American tampak bingung dengan tuduhan tersebut, Doug Parker yang merupakan CEO American Airlines menulis surat terbuka kepada staf dan mengatakan dirinya kecewa. Parker mengatakan, sebenarnya prioritas utama dari awak kabin dan staf lainnya adalah membawa orang-orang bersama mereka dalam penerbangan.
Baca juga: Diskriminasi Penumpang Israel, El Al Tolak Turunkan Dana Kompensasi
Diketahui surat tersebut berisi, “Kami terbang melintasi perbatasan, dinding dan stereotip untuk menghubungkan orang-orang dari berbagai ras, agama, kebangsaan, latar belakang ekonomi dan orientasi seksual. Kami membuat dunia menjadi tempat yang lebih kecil dan lebih inklusif. Serta kami melakukannya dengan profesional dan aman setiap hari untuk lebih dari 500 ribu pelanggan di lima benua.”
Parker menambahkan, bahwa maskapainya telah menghubungi pihak NAACP untuk secepatnya mendiskusikan masalah tersebut dan mengatakan bahwa American tidak mentolerir diskriminasi dalam bentuk apapun. Dia juga meminta serta mendesak stafnya untuk memperlakukan pelanggan dengan hormat serta bertindak secara profesional dan aman.
NAACP merupakan organisasi hak sipil tertua di Amerika Serikat, yang didirikan di Springfield, Illinois pada tahun 1909. Dengan lebih dari 500 ribu anggota di Amerika Serikat, kelompok tersebut mengatakan bahwa misinya adalah untuk memastikan masyarakat di mana setiap orang memiliki hak yang sama tanpa diskriminasi berdasarkan ras.