Monday, April 7, 2025
HomeAnalisa AngkutanHari Ini, 46 Tahun Lalu, DNA Pesawat Andalan Putin Ilyushin ‘Aerobus’ Il-86...

Hari Ini, 46 Tahun Lalu, DNA Pesawat Andalan Putin Ilyushin ‘Aerobus’ Il-86 Terbang Perdana

Pada hari ini, 46 tahun yang lalu, bertepatan dengan 22 Desember 1976 pesawat Ilyushin Il-86 terbang perdana. Sebagaimana pesawat buatan Rusia lainnya, itu tidak laku di pasaran dan hanya dipakai operator dalam negeri saja. Meski begitu, pesawat widebody pertama Rusia (Uni Soviet) itu menjadi cikal bakal dari pesawat andalan Presiden Putin, Ilyushin Il-96.

Baca juga: Hari Ini, 34 Tahun Lalu, Pesawat Ilyushin Il-96 Andalan Putin Terbang Perdana

Dihimpung dari airliners.net dan key.aero, ide awal pengembangan Ilyushin Il-86 muncul dari maskapai penerbangan nasional Uni Soviet, Aeroflot. Luasnya wilayah Uni Soviet dan gencarnya ekspansi maskapai di pasar domestik pada dekade 60-an, membuat armada Aeroflot tak lagi efektif untuk mendukung operasi.

Maskapai itu akhirnya meminta ke pemerintah dan diteruskan ke Ilyushin, Sukhoi, dan Tupolev, untuk mendukung rencana Aeroflot.

Ketika itu, Aeroflot meminta agar dibuatkan pesawat baru dengan kapasitas 250-300 penumpang, jangkauan terbang 3.600 km, berat maksimum lepas landas (MTOW) 40 ton, dan dapat beroperasi di landasan pacu (runway) tidak lebih dari 2.600 meter atau dengan kata lain bisa beroperasi di seluruh bandara yang ada di Uni Soviet.

Bak gayung bersambut, Ilyushin dengan cepat menangkap kebutuhan Eroflot dengan menawarkan program pengembangan pesawat widebody jarak jauh, Ilyushin Il-62. Aeroflot tentu saja menolak tetapi Ilyushin meyakinkan bahwa pesawat itu bisa sesuai dengan yang mereka inginkan.

Awalnya desain Il-62 hanya 250 penumpang tetapi Biro Desain Ilyushin menyebut bahwa pesawat akan diubah menjadi konsep double-deck atau konsep dual fuselage. Dua konsep itu diveto pemerintah dan memerintahkan langsung Ilyushin agar merancang desain pesawat baru berkapasitas 350 penumpang.

Pada 1971, Ilyushin mengusulkan program Il-86. Sebagian kecil rancangannya masih terinspirasi dari Il-62 dengan banyak pengembangan di dimensi, sayap, tailfin, dan lainnya.

Proyek Il-86 secara resmi diumumkan Dewan Menteri Uni Soviet pada tahun 1972. Saat itu, Il-86 disebut sebagai aerobus atau bus udara yang diklaim dapat beroperasi di bandara manapun di negara itu.

Sebagaimana namanya, aerobus Ilyushin Il-86 terinspirasi dari moda transportasi bus. Penumpang Il-86 nantinya tidak menggunakan garbarata untuk masuk ke kabin, melainkan melalui tangga internal pesawat, masuk ke kompartemen kargo dan meletakkan bagasi, lanjut naik melalui tangga internal pesawat ke kabin penumpang.

Setelah beberapa tahun, prototipe pertama Ilyushin Il-86, dengan registrasi CCCP-86000, sukses terbang perdana pada 22 Desember 1976 di lapangan udara Khodynka, Moskow, dengan dipimpin kepala pilot uji Eduard Kuznetsov. Tempat itu dahulu merupakan kantor pusat Ilyushin dan menjadi pabrik pembuatan pesawat eksperimental. Pesawat itu terus mengudara selama 40 menit sebelum mendarat di Zhukovsky, selatan Moskow.

Prototipe kedua, CCCP-86001 terbang pada 24 Oktober 1977. Pesawat itu akhirnya sukses dikirim ke Aeroflot pada 24 September 1979 dan melakukan penerbangan komersial perdana pada 26 Desember 1980 dari Moskow ke Tashkent.

Baca juga: Ilyushin Il-18 Coot. Pesawat Pertama Aeroflot yang Melayani Penerbangan Moskow – Jakarta

Seperti pesawat buatan Rusia lainnya, Il-86 tak laku di pasaran kecuali pasar domestik saja karena mesin boros dan bising serta sederet kekurangan lainnya. Sejak dekade 70an sampai 90an, hanya 106 unit yang diproduksi. 103 unit di antaranya digunakan di Uni Soviet dan tiga lainnya diekspor. Sampai tahun 2012 silam, masih ada empat Il-86 yang beroperasi bersama Angkatan Udara Rusia.

Meski gagal, Il-86 dijadikan dasar dari pengembangan pesawat Il-96 yang saat ini merupakan pesawat kepresidenan Rusia dan sering dipakai Presiden Putin.

Spesifikasi Il-86

Rentang sayap 157 kaki 7 inci (48,06 m)

Panjang 196 kaki 8 inci (59,94 m)

Tinggi 51 kaki 10 inci (15,81 m)

Diameter badan pesawat 19 kaki 11 inci (6,08 m)

Bobot kerja, kosong 258.970lb (117.500kg)

Pengambilan berat maksimum 473.860lb (215.000kg)

Kecepatan jelajah 486kt (900km/jam)

Jangkauan dengan muatan maksimal 1.944 nm (3.600 km)

Kapasitas penumpang maksimal 350 orang

Mesin turbojet Kuznetsov NK-86.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru