Belum lama ini viral pesawat Qantas penuh dengan tambalan di bagian atas sayapnya. Banyak yang menduga itu karena pesawat sudah terlalu tua dan memiliki konsekuensi terhadap keselamatan. Terlepas dari itu, sebetulnya bagaimana cara penumpang mengetahui bahwa pesawat yang ditumpangi sudah tua hanya dengan mata?
Baca juga: Hawker Siddeley 748 Air North Pensiun Setelah 51 Tahun Mengudara! Masih Ragukan Pesawat Tua?
Langkah awal yang paling mudah tentunya melihat tipe pesawat. Ambil contoh pesawat dari keluarga Boeing 737. Andai pesawat itu adalah Boeing 737-100 atau generasi pertama, pastinya itu sudah sangat tua lantaran sudah lama beroperasi.
Di samping itu keluarga pesawat tersebut juga terus kedatangan anggota baru (tipe baru), Boeing 737 MAX. Dari segi desain dan karakteristik, tentu saja banyak perbedaan antara pesawat Boeing 737 generasi pertama dengan MAX. Bagi penumpang yang mengikuti perkembangan pesawat tersebut, tentu ini bukan perkara mudah. Sebaliknya, ini akan sulit dilakukan oleh penumpang awam.
Karena itu, dalam konteks mengetahui sebuah pesawat sudah tua hanya dengan melihatnya, penumpang bisa melihat pelat pesawat di bagian dalam di atas pintu utama pesawat. Di sana, tertera pesawat apa, tipe, serial number pabrik, sertifikat, sampai nomor sertifikat dikeluarkan. Setali tiga uang, penumpang juga bisa melihat nomor registrasi pesawat di bagian luar.
Baik informasi di pelat pesawat di bagian dalam kabin maupun nomor registrasi di bagian luar, itu bisa ditindaklanjuti di internet melalui berbagai platform untuk mengetahui kapan pesawat tersebut dibuat.
Cara lainnya, menurut salah satu pengguna Quora, itu bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa detail, seperti karpet di lorong pesawat sudah sangat tipis dan ini bisa terlihat oleh mata perbedaannya dengan karpet yang masih tebal. Hal yang sama juga bisa dilihat dari kursi pesawat yang biasanya cenderung terpampang jelas bekas lekukan.
Ada juga cara mengetahui pesawat sudah tua atau belum dengan cara melihat tampilan eksterior secara keseluruhan. Kendati pesawat setiap dua sampai enam bulan sekali dicuci steam layaknya motor-mobil, namun cat pesawat yang sudah memudar tak bisa dibohongi. Itupun juga biasanya bisa saja maskapai mengecat ulang pesawat.
Akan tetapi, besarnya biaya membuat maskapai lebih memilih melakukan pemeliharaan di bagian interior dan komponen yang berhubungan dengan keselamatan dan keamanan penerbangan.
Baca juga: Nyaris 54 Tahun, Ini Pesawat Komersial Aktif Tertua di Dunia
Sebetulnya, usia tidak berbanding lurus dengan performa pesawat. Pada pesawat, yang paling menentukan adalah jam terbang. Bisa saja sebuah pesawat sudah tua tetapi secara jam terbang masih rendah lantaran tidak terlalu aktif digunakan. Dengan begitu, pesawat masih aman untuk digunakan sekalipun sudah tua.
Pengamat penerbangan Gerry Soejatman, dalam sebuah wawancara di program berita CNN Indonesia, pernah menyebut bahwa pesawat sejatinya adalah benda mati. Begitu komponen yang ada sudah tak lagi berfungsi secara optimal, ia tinggal diganti saja dengan yang baru dan pesawat pun sehat kembali. Berbeda dengan manusia sebagai benda hidup yang meski digonta-ganti komponen atau organ tubuhnya, tetap saja, akan ada masalah. Sebab, faktor usia amat menentukan.