Mungkin Cina sekarang bisa dikatakan memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi paling besar di dunia. Apalagi di tahun 2025, Negeri Tirai Bambu tersebut akan memperluas jaringan kereta tersebut hingga sekitar 32 persen. Sehingga nantinya Cina akan memperluasnya menjadi 50 ribu kilometer dan ini 12 ribu kilometer lebih panjang dari akhir tahun 2020 kemarin.
Baca juga: Cina Kembali Buka Jalur Kereta Berkecepatan Tinggi di Shandong
Peningkatan tersebut bahkan melebihi panjang gabungan jaringan kereta api berkecepatan tinggi di Spanyol, Jepang, Perancis, Jerman dan Finlandia tahun lalu yang mencapai 11.954 km. Jumlah gabungan lima negara itu hasil dari data internasional Union of Railways yang adalah sebuah badan industri transportasi kereta api internasional di Paris.
Dilansir KabarPenumpang.com dari scmp.com (20/1/2022), akhir tahun lalu, total jaringan kereta api berkecepatan tinggi Cina adalah 38 ribu kilometer dan ini delapan ribu kilometer lebih panjang dari target yang ditetapkan Beijing dalam rencana 2017. Namun menurut dokumen Dewan Negara menyebutkan sistem transportasi Cina masih tidak seimbang dan kurang berkembang.
“Ada kekurangan yang jelas dalam perkeretaapian antar kota dan perkotaan di kluster kota utama dan wilayah metropolitan,” bunyinya.
Di tengah meningkatnya hambatan ekonomi, Beijing telah berjanji untuk “membebani depan” pembangunan infrastruktur untuk menopang pertumbuhan tahun ini. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, badan perencanaan ekonomi utama negara itu, menyetujui dua jalur kereta api berkecepatan tinggi baru dengan panjang gabungan 826,8 km Jumat (21/1/2022) lalu, senilai 238 miliar yuan (US$37,5 miliar).
Menurut analis, pelemahan infrastruktur dan investasi properti menjadi penyumbang utama perlambatan ekonomi Cina pada semester kedua tahun lalu. Liu Shijin, wakil direktur Komite Urusan Ekonomi di Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Cina mengatakan, kunci untuk menstabilkan pertumbuhan tahun ini adalah investasi yang stabil, terutama di infrastruktur dan properti.
Lu Ting, kepala ekonom Cina dari Nomura, mengatakan bahwa Beijing kemungkinan akan mempercepat investasi dalam proyek-proyek infrastruktur, meskipun “ukurannya tidak mungkin cukup untuk menstabilkan pertumbuhan”. Perluasan kereta api berkecepatan tinggi terbaru adalah bagian dari dorongan untuk meningkatkan jaringan nasional menjadi 165.000 km pada tahun 2025 dari 146 ribu kilometer pada tahun 2020, menurut rencana lima tahun.
Dalam pedoman lain yang dikeluarkan Februari lalu, Cina mengatakan akan hampir menggandakan ukuran kereta api berkecepatan tinggi pada tahun 2035 dan meningkatkan seluruh jaringan menjadi 200 ribu kilometer pada tahun 2035. Rencana lima tahun yang baru mengatakan China bertujuan untuk memiliki cakupan penuh di bawah sistem Beidou di bidang utama transportasi domestik, sambil terus mempromosikan penerapannya dalam pengiriman laut global dan transportasi jalan.
Dokumen tersebut juga mendesak standarisasi yang lebih kuat dalam pengumpulan, pemrosesan, dan penggunaan data transportasi, sambil mencegah “ekspansi yang tidak teratur” dari ride-hailing, sebuah masalah yang dianggap lebih serius oleh pihak berwenang setelah tinjauan keamanan siber diluncurkan ke Didi Chuxing tahun lalu.
“Inovasi independen dari beberapa produk dan teknologi inti tidak kuat. Situasi keamanan transportasi masih serius,” kata rencana itu.
Baca juga: Jepang dan Cina Berlomba Dalam Teknologi Kereta Berkecepatan Tinggi
Namun tak hanya itu, Cina juga berencana memperluas penggunaan sistem navigasi satelit Beidou di dalam dan luar negeri. Itu dilakukan sambil memperketat kontrol data transportasi karena kemandirian teknologi dan keamanan nasional sudah menjadi prioritas kerja pemerintah.