PO Raya, merupakan perusahaan otobus asal Solo yang didirikan tahun 1959 oleh Witikno dan Ranu Wijaya. Perusahaan ini memulai bisnisnya dari kendaraan truk yang diberi nama Radar. Setelah berkembang beberapa tahun, perusahaan tersebut kemudian membeli bus dengan merek Dodge dari PO Suka Mulya.
Baca juga: PO Surya Bali – Hadirkan Fasilitas Lengkap, Inilah Bus AKAP Andalan Rute Denpasar – Jepara
Yang mana kemudian PO itu juga dibeli oleh Witikno dan berubah nama menjadi PO Raya. Tahun 1982 silam, PO Raya memulai bisnis bus antar kota antar provinsi (AKAP) dengan trayek dari Solo menuju ke Jakarta. Perjalanan PO ini berkembang cukup pesat hingga akhirnya sang empunya menambah armada mereka.
View this post on Instagram
Sejak berdiri puluhan tahun lalu, PO Raya hingga kini masih terus memiliki loyalis dan penumpang langganan yang merupakan lintas generasi. Ini bukanlah tanpa sebab jika melihat harga tiket di hari biasa, di mana PO Raya dikatakan sedikit di atas kompetitor dengan kelas yang sama.
Uniknya, ketika musim arus mudik dan masa-masa tuslah, PO Raya adalah perusahaan otobus yang justru kenaikan harga tiketnya lebih sedikit ketimbang yang lainnya. Selain itu, ada hal-hal mendasar yang membuat PO Raya diminati penumpang bus sampai beberapa generasi.
Namun, apakah itu pernah terlintas dalam pikiran Anda, di mana naik bus malam tetapi menggunakan kursi pesawat kelas bisnis? Jika tidak, maka Anda harus mencoba naik bus milik PO Raya. Dikatakan menggunakan kursi kelas bisnis, karena pada kenyataannya PO yang satu ini benar-benar menggunakan kursi bekas pesawat yang dimodifikasi untuk armada mereka.
Bahkan, penggemar bus tidak sedikit yang mengakatan bahwa bepergian dengan PO Raya seperti menikmati kasur yang berjalan. Untuk diketahui, kursi bus milik PO Raya super empuk dan nyaman. Selain itu suasana kabin bus yang senyap, waktu tempuh yang tepat hingga keramahan para kru kabin serta kecepatan bus yang normal menjadikan PO Raya memiliki penumpang loyalis lintas generasi tersebut.
PO Raya sendiri memiliki beberapa kelas yakni Junior Eksekutif, Eksekutif 28, Eksekutif 24, Super Top. Angka 28 dan juga 24 mengacu pada jumlah seat di dalam armadanya. Dulu sempat ada kelas Non AC, tapi saat ini kelas tersebut sudah tidak beroperasi.
Baca juga: Ugal-ugalan dan Setel Musik Keras Kode Ada Pencopet di Bus AKAP?
Bisa dibilang PO Raya adalah perusahaan otobus yang konservatif. Dari generasi ke generasi, tidak banyak yang berubah. Perubahan yang ada di PO Raya adalah peremajaan armada, baik itu body dan juga sasis. Tak ada variasi modifikasi yang berlebihan di PO Raya justru membuat armada-armada raya semakin terlihat elegan. (Senna Aditiya – Pecinta Bus)