Cina kembali meluncurkan kereta peluru, namun kali ini menjadi yang pertama beroperasi di wilayah Tibet, Himalaya. Kereta peluru ini akan menghubungkan ibu kota Provinsi Tibet, Lhasa, dengan Nyingchi, yaitu kota di perbatasan Tibet yang dekat dengan Arunachal Pradesh, negara bagian di India.
Baca juga: Kereta Peluru CR400AF-G Mampu Beroperasi di Suhu Ekstrim -40 Derajat Celcius
Rute dari Lhasa menuju Nyingchi adalah bagian dari Kereta Api Sichuan-Tibet dan koridor sepanjang 435,5 km telah diintegrasikan menjelang perayaan seratus tahun Partai Komunis China (CPC) yang berkuasa pada 1 Juli.
Ini adalah kereta api listrik pertama yang dioperasikan di Daerah Otonomi Tibet. Jalur Kereta Api Sichuan-Tibet akan menjadi jalur kereta api kedua ke Tibet setelah Jalur Kereta Api Qinghai-Tibet, yang akan melewati wilayah tenggara Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, dilaporkan sebagai salah satu geolokasi paling aktif di dunia.
KabarPenumpang.com melansir hindustantimes.com (25/6/2021), Presiden Cina Xi Jinping telah mengarahkan para pejabat pada November tahun lalu untuk mempercepat pembangunan proyek kereta api baru, yang menghubungkan Provinsi Sichuan dan Nyingchi di Tibet. Ini dikatakan Xi Jinping karena jalur kereta api baru akan menjadi pemain kunci dalam menjaga kepentingan dan stabilitas perbatasan.
“Jika skenario krisis terjadi di perbatasan Cina-India, jalur kereta api akan memberikan kemudahan besar untuk pengiriman material strategis Cina,” ujar Qian Feng, direktur departemen penelitian di Institut Strategi Nasional di Universitas Tsinghua.
Melalui kereta yang memiliki kecepatan 160 km per jam, waktu tempuh antara Lhasa dan Nyingchi berkurang dari lima jam menjadi sekitar 3,5 jam dan waktu tempuh antara Shannan yang merupakan salah satu stasiun tempat kereta akan berhenti dan Nyingchi dari enam jam hingga sekitar dua jam, menurut laporan oleh kantor berita Xinhua.
Kereta Api Sichuan-Tibet dimulai dari Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, melewati Ya’an dan memasuki Tibet melalui Qamdo. Perjalanan dari Chengdu ke Lhasa berkurang dari 48 jam menjadi 13 jam. Untuk diketahui, Cina mengklaim bahwa Arunachal Pradesh adalah bagian dari Tibet Selatan.
Baca juga: 29 Siswa Wanita Berlatih Jadi Masinis Kereta Peluru di Cina
Namun, klaim tersebut ditolak mentah-mentah oleh India. Di mana barisan perbatasan India-Cina membentang di atas klaim China Arunachal Pradesh sebagai bagian dari Tibet Selatan, yang dengan tegas ditolak oleh India. Hal ini membuat sengketa perbatasan India-Cina mencakup Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC) sepanjang 3.488 km.