Belum lama seorang Youtuber mem-videokan menu maskapai Garuda Indonesia di kelas bisnis yang menggunakan tulis tangan pada selembar kertas. Youtuber ini pun kemudian dilaporkan ke polisi karena memposting hal yang didapatnya ke media sosial.
Baca juga: Geger Video Menu dengan Tulisan Tangan, Garuda Indonesia Keluarkan Surat Larangan Ambil Gambar di Kabin!
Nah, baru-baru ini seorang penumpang Garuda Indonesia yang pergi dengan suami, tiga orang anak dan dua baby sitter harus mengalami penahanan di Bandara Ngurah Rai Bali ketika baru tiba karena mendumel saat tidak diperbolehkan ke toilet. Cerita ini datang dari Jessica dengan akun Twitter @jesswjk yang mencurahkan isi hati dan unek-uneknya di media sosial.

KabarPenumpang.com mengutip dari akun Twitter @jesswjk, saat itu dia pergi berlibur ke Bali dengan suami, tiga anaknya dengan salah satunya masih bayi lima bulan dan dua baby sitter. Jessica naik pesawat GA404 pada Sabtu (4/1/2020) di kelas bisnis.
Jessica menceritakan saat itu semua penumpang terkena penundaan sekitar 50 menit karena menunggu runway clear di Bandara Ngurah Rai. Ternyata anaknya yang pertama ingin buang air besar (BAB) dan posisi pilot sudah mengatakan untuk menggunakan seat belt.
Suami Jessica kemudian berjalan ke bagian depan untuk meminta izin membawa anak mereka ke toilet karena sakit perut. Ternyata pramugari menolak karena alasan keamanan dan suami Jessica kembali ke kurisnya.
“That’s fine, terus anak gue mengeluh sakit perut (he held it in though! what a champ), suami gue jd panik sendiri + ngedumel (INI NGEDUMEL KE GUE LHO YA!! IN HIS SEAT!!) ttg Garuda ke gue. Yg mnrt gue wajar, lha dia concerned ttg anaknya. Gue konsen banget, karena gue emang posisinya lagi nyusuin anak gue yang baby. Tapi yaudah lah, org kita udah lama banget nungguin landing, mendingan cepetan nyampe krn baby gue gak nyaman,” tulis Jessica.
Setelah landing dengan aman, mereka keluar pesawat dan naik mobil pertama ke terminal dan suaminya membawa anak pertama mereka ke toilet. Tiba di baggage lounge Jessica kemudian memberikan tag ke lounge attendant untuk pengambilan bagasi.
Kemudian setelah barang keluar, Jessica bertemu dengan orang tua dan adiknya yang sudah tiba lebih dahulu dengan penerbangan setelahnya. Sayangnya ketika dia dan semua keluarga hendak keluar, mereka dihadang oleh louge attendant.
“Permisi, maaf captain mau bicara,” tulisnya lagi,
Kecurigaan pun muncul karena didepan lounge ada 7-8 petugas AvSec dan Gapura (ground handling Garuda), tiga pilot dan enam pramugari. Karena bingung dia meminta orang tuanya kluar duluan. Setelah itu Jessica kembali ke dalam lounge dan memberikan boarding pass mereka ketika ada AvSec yang memintanya.
“Tahan tuh semuanya!” dengan nada super arogan. wkwk. Yaudah, karena gue merasa aneh, gue keluar dong ke arah captainnya. “Ini ada apa ya?”. Suami gue ngikutin dibelakang gue. Captainnya berujar lagi, “Ni tahan semua nih!” ke Avsec. Gue makin bingung dong, gila gue uda bayar premium kenapa diperlakukan seperti penjahat TANPA ALASAN YANG JELAS. Suami gue bilang lagi, “ini ada apa ya??” cerita Jessica.
Kemudian Jessica menceritakan, kalau captain itu menjawab pertanyaan mereka dengan arogan.
“Bapak ngomong apa di flight? Bapak menghina Garuda kan di dalam flight! Saya atas nama direktur operasional Garuda, nanti akan ada petugas yang menindaklanjuti.”
Karena kebingungan pun suami Jessica sampai bertanya kapan mereka menghina Garuda dan apa buktinya. Hingga sang captain kemudian memanggil pramugari yang bergerombol di depan dan prmugaru yang men-serving keluarga tersebut datang.
“Saya dengar bapak bilang garuda tai,” tulis Jessica mengikuti ucapan pramugari Garuda.
Jessica merasa hal ini lucu dan menurutnya mendumel atau menceritakan sebuah keluh kesah pada seorang istri adalah hal wajar. Bahkan tak perlu untuk dibesar-besarkan karena hanya berbicara berdua tanpa ada orang lain ikut campur.
“Bapak itu udah menghina satu Garuda dengan blg Garuda tai!” tulis Jessica lagi sesuai omongan sang captain.
“Yaudah bapak kan blg direktur operasional, kebetulan bapak saya kenal dgn Pak Chairul dan Pak Chairal, gmn kalo saya telpon skrg?” At this point si Captain melengos terus pergi. Disini udah bnyk bgt petugas avsec yg ngerubungin kita spt kita penjahat. Gila kan? Gue telp bokap gue, request dia masuk lagi. Terus captain udah pergi, baru orang ground Garuda dateng. Gue jelasin permasalahannya dan gue blg gue akan eskalasi ini ke pak Chairal, mukanya apologetic banget. Mereka langsung berubah 180 derajat. Bokap gue masuk lagi,” kata Jessica.
Masalah ini pun ditanggapi petinggi Garuda tersebut dan menyanyakan siapa nama captain yang bertugas dan menghadang mereka. Sayangnya semua petugas tidak ada yang berani menyebutkan nama pilot tersebut karena takut terseret masalah ini.
“Maaf ya mbak, mohon maaf sekali kami bukannya ga mau, tapi ga bisa. Nanti kami yang kena. Saya juga cuma kerja disini,” tulisnya lagi.
Masalah ini pun kemudian dikomentari oleh warganet dan mengatakan bagaimana jika mereka yang berada di posisi itu tetapi tidak memiliki kenalan. Bahkan beberapa diantarnya meminta untuk mencari nama captain tersebut dan mengatakan pramugari yang mendegar serta melaporkan hal tersebut dekat dengan captain.
Baca juga: Jadi Viral, Menu Kelas Bisnis Ditulis Tangan, Garuda Indonesia Minta Maaf Pada Vloger
Diketahui dari aku Twitter @digeeembok, berikut nama-nama crew GA404 tersebut yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bali yakni WA (Capt), ADY (FO), NWS (PU), NIS (FA), AF (FA), DIS (FA) dan AA(FA).