Jika selama ini citra seorang pilot yang tersaji di media hampir selalu berkenaan dengan seseorang yang professional dan penuh wibawa, namun pada kenyataannya, mereka hanyalah manusia biasa yang juga bisa membuat kekacauan. Ngomong-ngomong soal kekacauan, pernah ada seorang pilot dari maskapai Condor yang tidak sengaja menumpahkan kopi di ruang kokpit, sampai-sampai pesawat yang tengah dikemudikannya tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat. Wah, ternyata kasus Return to Base (RTB) yang sering kita dengar selama ini tidak melulu berlandaskan alasan teknis, ya!
Baca Juga: Pilot Lupa Aktifkan Pengatur Tekanan Kabin, Jet Airways Terpaksa Return to Base
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman nytimes.com (13/9), Airbus A330-243 yang dioperatori oleh Condor Airlines dikabarkan melakukan pendaratan darurat di Shannon, Irlandia pasca sang pilot tidak sengaja menumpahkan kopi di ruang kokpit. Menurut kabar yang tersiar, tumpahan kopi ini sampai-sampai membuat salah satu tombol panel di ruang kontrol pesawat tersebut meleleh. Guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, akhirnya sang pilot memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan dari Frankfurt, Jerman menuju Cancun, Meksiko.
Diketahui, penerbangan tersebut tengah mengangkut 337 orang – termasuk 11 awak penerbangan di dalamnya. Seketika mendarat di Shannon Airport, Irlandia, beruntung semua orang yang ada di dalam penerbangan tersebut berada dalam kondisi selamat.
Menurut penuturan sang pilot yang identitasnya dirahasiakan ini, ia menyimpan kopi di atas meja nampan yang ada di ruang kokpit. Hingga seketika pesawat tinggal landas dari Frankfurt, ia secara tidak sengaja menumpahkan kopi tersebut tepat ke arah pahanya dan sebagian lainnya jatuh ke instrumen komunikasi.
“Panel kontrol audio pilot dan kopilot seketika berada dalam kondisi non-aktif setelah terkena tumpahan kopi tersebut,” ujar penyelidik.
“Bahkan, pilot menuturkan ada asap tipis yang keluar dari area yang tersiram kopi,” lanjutnya.
Penyelidik ini melanjutkan bahwa kegagalan dua panel kontrol audio menyebabkan kesulitan komunikasi antara awak kokpit dan awak pesawat.
Baca Juga: Bayi Tertinggal di Ruang Boarding, Ibu Panik dan Pesawat Terpaksa “Return to Base”
Menanggapi hal ini, pihak maskapai asal Jerman mengatakan bahwa langkah pendaratan darurat ini merupakan perwujudan dari prioritas penerbangan mereka.
“Bagi kami, keselamatan penumpang merupakan prioritas utama yang harus selalu ditegakkan,” tutur juru bicara Condor Airlines, Magdalena Hauser.
Pasca kejadian yang terjadi pada tanggal 6 Februari silam ini, pihak maskapai mengatakan bahwa ada dua hal penting yang wajib masuk ke dalam daftar periksa pilot sebelum mengudara: tutup gelas dan gelas yang dilengkapi dengan pegangan. Hal ini ditujukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang.