Jika pada artikel sebelumnya kami membahas tentang seorang desainer action figure yang merasa idenya dicuri oleh Singapore Airlines dan produsen action figure kenamaan, Funko, kini kasus serupa menimpa seorang fotografer yang hasil jepretannya diplagiat dan dijadikan iklan di majalan penerbangan maskapai asal Negeri Bavaria, Lufthansa. Setelah mendapatkan sedikit sentuhan dari aplikasi edit foto, Photoshop, sang penjiplak secara ilegal memajang foto tersebut tanpa ijin dan persetujuan dari sang fotografer.
Baca Juga: Seorang Desainer Action Figure Merasa Idenya Dicuri Funko dan Singapore Airlines
Adalah Dani Diamond, seorang fotografer mode kenamaan asal New York City mendapatkan laporan dari salah satu penggemarnya yang mengatakan bahwa ia telah melihat hasil foto Dani dipajang dalam bentuk sebuah iklan di majalah penerbangan milik Lufthansa. Mungkin awalnya penggemar Dani ini ingin memuji hasil jepretannya sampai sukses dipajang menjadi sebuah iklan. Namun alangkah kagetnya si penggemar ketika Dani mengatakan bahwa dirinya tidak pernah melisensikan fotonya tersebut.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman petapixel.com (3/4/2019), dengan bantuan dari para penggemar setianya, Dani Diamond ternyata mendapati hasil karyanya yang diplagiat tersebut ada di hampir semua majalah penerbangan Lufthansa. Lebih parahnya lagi, Dani Diamond mengkonfirmasi bahwa sertifikasi foto yang tidak terdaftar di Kantor Hak Cipta Amerika Serikat tersebut juga turut dicantumkan oleh pihak Lufthansa. Padahal Dani telah mendaftarkan karyanya tersebut ke Kantor Hak Cipta Amerika Serikat. Namun sekali lagi, Lufthansa menyantumkannya seolah-olah foto tersebut merupakan hasil karya mereka.
Tapi ada sisi lucu dari kasus ini, dimana pada foto asli milik Dani, di model yang identitasnya disamarkan ini tidak menggunakan jam tangan. Tapi setelah diplagiat dan melewati proses editing, tampak si model menggunakan jam tangan. Lucunya adalah, jam tangan yang ‘ditempelkan’ kepada di model ini berada dalam posisi yang terbalik (posisi yang seharusnya berada di atas malah berada di bawah).
Baca Juga: Margin Keuntungan Tipis, Lufthansa Hibahkan Rute Penerbangan Menuju Bangkok
Setelah membagikan kisahnya ini ke sosial media Facebook, Dani Diamond mendapat dukungan dari banyak pihak untuk membawa kasus plagiarisme ini ke jalur hukum. Namun apa yang ada di pikiran Dani tidaklah berbanding lurus denganyang disarankan oleh para pendukungnya ini.
“Saya tidak tertarik untuk menghabiskan uang dalam jumlah yang besar untuk melawan perusahaan sebesar itu (Lufthansa),” ujarnya.
Kendati jalan damai yang ditempuh Dani ini mengecewakan banyak pihak dan berpotensi untuk menimbulkan kasus plagiarisme lain, tapi satu yang patut diambil hikmahnya dari kasus ini – hargailah karya seni orang lain.