Menjamurnya bisnis agen perjalanan wisata dewasa ini memang tidak selalu berdampak positif. Pasalnya, tidak mudah bagi para agen baru untuk menjaring pasarnya sendiri di tengah persaingannya dengan beberapa nama besar yang sudah terlebih dahulu dikenal publik. Inovasi merupakan hal terpenting yang pada akhirnya dapat menjadi pembeda dengan penyedia jasa lain. Namun jika ditelaah lebih dalam lagi, apakah setiap agen ini memiliki caranya tersendiri untuk ‘mengeruk keuntungan lebih’?
Baca Juga: 5 Mitos Seputar Online Travel Agents yang Terbantahkan
Jawabannya sederhana, ada. Tentu cara yang mereka lakukan tidaklah sekotor First Travel, sebuah agen perjalanan ibadah yang kedapatan melakukan penipuan terhadap pelanggannya. Kembali ke tahun 2016 silam dimana salah satu travel agent terbesar di Tanah Britania Raya, Flight Centre dipertanyakan reputasinya karena tercium melakukan kecurangan terhadap pelanggannya. Tidak menutup kemungkinan, kecurangan sejenis pun turut dipraktekkan oleh penyedia jasa serupa di Indonesia.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk, berikut beberapa kecurangan yang mungkin dilakukan oleh agen penyedia jasa perjalanan. Diingatkan, artikel ini dibuat bukan untuk menjatuhkan reputasi dari para agen penyedia jasa, melainkan untuk memberikan pengetahuan kepada para pengguna jasa untuk lebih berhati-hati.
Selisih Harga
Model bisnis yang digeluti oleh agen penyedia jasa perjalanan ini hampir mirip dengan seseorang yang berbelanja di sebuah warung. Semakin sering ia berbelanja, semakin banyak ia berbelanja, maka kemungkinan ia mendapat diskon dari pihak warung pun semakin besar. Maka semisal Anda membandingkan sejumlah laman agen penyedia jasa perjalanan, bukan tidak mungkin Anda mendapati dua harga yang berbeda untuk detail perjalanan yang sama. Semakin jeli Anda mencari, maka semakin besar pula kesempatan Anda untuk mendapatkan tiket yang lebih murah.
Pembatalan
Bagi Anda yang hendak melakukan pembatalan penerbangan (cancellation), kiranya lebih berhati-hati. Pasalnya, hampir semua rute penerbangan yang disuguhkan oleh pihak maskapai bisa dibatalkan. Namun karena pihak agen enggan untuk mengurus pembatalan tersebut yang terkenal ribet, maka mereka mengganti keterangan di rincian penerbangan – dari yang semula bisa dibatalkan, menjadi tidak bisa dibatalkan.
Seat Blocking
Metode semacam ini pun menjadi satu temuan di dalam tubuh Flight Centre, dimana para staf didorong untuk memesan bangku penerbangan dalam jumlah yang banyak, dimana itu akan berdampak pada melambungnya harga kursi yang tersisa.
Search Engine Cookies
Riwayat pencarian di ponsel atau gadget lain pun bisa memegang peranan seseorang mendapati harga tiket yang lebih mahal. Kendati hipotesa ini belum terbukti kebenarannya dan tidak ditemukan bukti konklusif, namun ada baiknya bagi Anda menghapus terlebih dahulu riwayat pencarian sebelum memesan tiket.
Klausula Paritas Harga
Dalam sebuah laporan terpisah, menemukan bahwa ada beberapa agen yang mendesak pihak hotel untuk memberikan harga kamar tertinggi untuk dipajang di laman website si agen. Desakan ini berbuntut pada pihak hotel yang tidak bisa melemahkan harga kamar yang sudah dipasang di web si agen. Untuk menghindari Anda terjebak di dalam situasi seperti ini, ada baiknya Anda tetap melakukan cara yang kuno – tapi – efektif: Memesan langsung via telepon.