Flyadeal berhasil memecahkan rekor dunia baru dalam kategori kata dari bola lampu LED terbesar di dunia. Itu terjadi usai 8.015 bohlam LED bertuliskan kata ‘Shukran’ dalam bahasa Arab, yang berarti ‘Terima kasih’ dalam bahasa Indonesia, bersinar di runway Bandara Thumamah di utara Riyadh, Arab Saudi.
Baca juga: Mengenal Flynas, Maskapai LCC Pertama dan Satu-satunya di Negeri Raja Salman
Dikutip dari laman guinnessworldrecords.com, bohlam LED berukuran 280 meter persegi itu proses pengerjaannya disebut membutuhkan waktu tiga hari. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan setinggi-tingginya terhadap para penumpang yang mencapai 10 juta orang baru-baru ini.
Bandara Thumamah, yang terletak 60 km sebelah utara kota Riyadh, sendiri bukan menjadi basis maskapai yang baru beroperasi empat tahun belakangan tersebut, tepatnya pada 23 September 2017. Momentum beroperasinya bandara tersebut juga bertepatan dengan perayaan Hari Nasional Kerajaan.
Momentum beroperasinya maskapai flyadeal yang bertepatan dengan Hari Nasional Kerajaan tentu tak mengherankan, mengingat maskapai LCC ini adalah anak perusahaan dari Saudia, yang merupakan maskapai nasional Arab Saudi.
Usai digunakan untuk memecahkan rekor kata dari bola lampu LED terbesar di dunia, ribuan bohlam tersebut kemudian disumbangkan ke Tarmeem, sebuah badan amal lokal Arab Saudi.
Oleh badan amal atau organisasi non profit tersebut, bohlam LED tadi digunakan untuk proyek restorasi rumah. Tak hanya itu, bohlam LED juga diberikan ke masjid-masjid di sekitar dan di luar Riyadh.
Flyadeal adalah salah satu maskapai yang menggunakan single type aircraft atau satu jenis pesawat saja, yaitu all Airbus, yaitu 11 Airbus A320-200 dan satu Airbus A320neo.
Single type operation sendiri sudah bukan barang baru, khususnya bagi maskapai LCC. Menerapkan atau mengoperasikan satu tipe pesawat tentu mempunyai banyak keunggulan.
Dengan menerapkan prinsip tersebut, biaya yang terkait dengan lisensi dan pelatihan awak pesawat, awak kabin, staf darat, teknisi perawatan pesawat serta staf operasi menjadi sangat minim. Selain itu, pengoperasian satu jenis pesawat juga membuat pengelolaan suku cadang maskapai menjadi lebih efisien.
Baca juga: Keren, Saudia Jadi Maskapai Terbesar Timur Tengah Berkat Penerbangan Umroh Indonesia
Berbeda dari maskapai induknya, Saudia, maskapai flyadeal lebih fokus pada jaringan domestik Arab Saudi. Meski negaranya tak seluas Cina, Amerika Serikat, Indonesia, dan lainnya, tetapi, status Arab Saudi sebagai destinasi utama umat Islam di seluruh dunia tentu membuatnya menjadi menarik.
Tak heran bila dalam tempo empat tahun, maskapai sudah berhasil mengangkut 10 juta penumpang sekalipun hanya bermain di wilayah domestik saja.