Guna meningkatkan kapasitas penerbangan internasional ke Pulau Bali, jelas di masa mendatang tak bisa bertumpu pada layanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Untuk itu Pemerintah Daerah Provinsi Bali telah mencanangkan pembangunan North Bali International Airport (NBIA) yang peletakan batu pertamanya (ground breaking) pada 28-29 Agustus 2017 di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng dan Resort Sheraton Kuta Bali. Digadang-gadang, pembangunan NBIA ini menjadi mega proyek di Indonesia dan Asia Tenggara dan akan memakan waktu delapan tahun untuk membangunnya.
Baca juga: Ratakan Persebaran Wisatawan di Bali, Pemerintah Tawarkan Jalur Kereta ke Investor Cina
Sebab, yang dirangkum KabarPenumpang.com, PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) menggandeng investor Airport Kinesis Canada (AKC). Diketahui AKC group ini akan berinvestasi yang diperkirakan mencapai US$3 miliar dalam pembangunan NBIA di Buleleng. Nantinya NBIA ini akan dibangun di atas lahan seluas 2.150 hektare. Dengan setengah lahan dibangun di atas laut dengan cara memperpanjang daratan dan sisanya di daratan.
Perpanjangan struktur bandara ini akan dibuat tanpa merugikan lingkungan dengan sebuah platform MVLFS Hybrid Reinforced (Mega Very Struktur Terapung Besar) dimana konsep dan teknisnya akan dijelaskan oleh AKC selama pembangunan. Selain itu, bandara ini juga dikembangankan sebagai mesin ekonmi katalitik dengan dukungan Aerotropolis secara penuh.

Dengan integrasi Aerotropolis seluas 750 hektare ini bernama Tri Hita Karana Organic Nexus (THKON) dan menjadi yang pertama didunia dimana diciptakan struktur tanah akan tumbuh dserta berkembang enggunakan jalur spesifik yang disebut perhubungan organik. Pergubugan ini saling terkait dimana berbagai layanan melalui pengembangan logis yang sudah terkonsep.
Baca juga: Mau Melintasi Selat Bali? Kenali Dulu Tarif Ferry Ketapang – Gilimanuk
NBIA selain menjadi mega proyek, juga akan menjadi pintu gerbang kedua menuju Dunia dan akan menjadi bandara tersibuk kedua di Indonesia yang memungkinkan lebih dari 45 persen populasi masyarakat ASEAN dan SEA melakukan perjalanan dari pintu gerbang ini ke seluruh dunia.
Sebenarnya pembangunan bandara baru di Bali Utara ini juga untuk mengurangi kemacetan di Bandara Denpasar (I Gusti Ngurah Rai). Nantinya, untuk kapasitas global, bandara di Bali Utara ini bisa menampung 36 juta penumpang pertahunnya.
“Tantangan utama bandara ini adalah menghormati lingkungan, Bandara ini rencananya akan dibangun dengan dua runway. Panjang runway masing-masing 7 km lebih, sehingga pesawat komersial besar bisa mendarat. Dan AKC Group mengusulkan untuk membangun seluruh bandara dengan teknologi dengan standar ZEA (Zero Energy Airport)” ujar Made Mangku, yang dikutip KabarPenumpang.com dari jpnn.com (21/7/2017).