Monday, April 7, 2025
HomeDarat12 Stasiun Dunia Sepi Penumpang Imbas Covid-19

12 Stasiun Dunia Sepi Penumpang Imbas Covid-19

New York City setiap paginya jutaan orang bergegas ke peron kereta bawah tanah untuk naik kereta api mereka ketika berangkat kerja. Di Stasiun Flinders Street, Melbourne, Australia juga biasanya terlihat dipenuhi oleh para pelancong yang mengunjungi Down Under.

Baca juga: Bak Kuburan, Inilah 8 Penampakan Sepinya Bandara di Dunia Akibat Virus Corona

Bahkan setiap harinya, miliaran orang menggunakan kereta api untuk pergi bekerja, melakukan perjalanan dan menjelajahi tujuan baru. Namun, saat Covid-19 menyebar luas dan menginfeksi banyak orang di dunia, kegiatan di stasiun kereta pun sebagain besarnya terhenti.

Tak hanya itu, stasiun kereta ini yang biasanya ramai kini sepi bak kota stasiun berhantu karena tidak ada penumpang yang menunggu kereta. KabarPenumpang.com merangkum laman insider.com (30/3/2020), ada beberapa gambar stasiun kereta api yang tadinya ramai kini menjadi sepi bahkan tidak terlihat penumpang sama sekali. Berikut ini beberapa stasiun itu sebelum dan sesudah Covid-19.

1. Staisun Shanghai Hongqiao yang melayani kereta peluru berkecepatan tinggi ke sebagaian besar kota-kota populer Cina ini biasanya dipenuhi oleh penumpang yang akan bepergian ke berbagai kota di Cina. Namun saat ini hanya terlihat beberapa pelancong yang tersisa menunggu kereta di stasiun.

Stasiun Hongqiao, Sanghai (insider.com)

2. Stasiun Sao Bento di Porto, Portugal menjadi salah satu tempat yang menarik pelancong dan pecinta sejarah karena ada 20 ribu ubin yang menggambarkan sejarah negara itu. Namun kini menjadi kosong karena Portugal telah menyatakan keadaan darurat.

3. Sekitar 750 ribu orang berjalan melalui Grand Central Terminal di New York City setiap harinya. Namun kini stasiun itu terlihat sangat sepi karena virus corona yang mulai merebak.

4. Menurut Network Rail, London Waterloo adalah stasiun tersibuk di Inggris. Namun saat ini Perdana Menteri Boris Johnson mengeluarkan perintah lockdown di seluruh Inggris sehingga hanya pekerja pemelihara yang berada di stasiun.

Stasiun London Waterloo (insider.com)

5. Di Kairo, Mesir, Stasiun Ramses adalah hotspot teramai di pusat kota. Sayangnya Perdana Menteri Mostafa Madbouly mengeluarkan jam malam dan penerbangan yang ditangguhkan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di seluruh Mesir.

Stasiun Ramses (insider.com)

6. Retiro adalah stasiun utama di ibu kota Argentina, Buenos Aires dan setiap hari, ribuan penumpang dan pelancong mengunjungi stasiun. Kemudian setelah Covid-19 menyebar di negara itu, Presiden Fernandez memerintahkan penutupan total Argentina pada 19 Maret yang membuat stasiun itu kosong.

Stasiun Retiro (insider.com)

7. Stasiun Flinders Street adalah stasiun terbesar di belahan bumi selatan, dengan lebih dari 110 ribu pelancong melewati setiap hari. Sayangnya stasiun tertua di negara itu sekarang hampir kosong karena Australia membatasi perjalanan.

Stasiun Flinders Street (insider.com)

8. Meskipun Bangkok Mass Transit System lebih mahal daripada sistem transportasi lain di ibukota Thailand tapi itu digunakan oleh ribuan orang setiap hari. Kini Stasiun kereta Bangkok sepi untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Stasiun Bangkok (insider.com)

9. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun utama di Stuttgart, Jerman. Ribuan penumpang menggunakan stasiun setiap hari. Bahkan selama jam sibuk, stasiun sebagian besar tetap kosong karena Covid-19.

10. Centrale di Brussel biasanya penuh dengan turis karena lokasinya di pusat kota. Tetapi karena Covid-19, para pelancong tak lagi memadati Brussels Centrale

11. Tahun 2018 lalu, Sistem Metro di Washington DC menyelesaikan lebih dari 174 juta perjalanan. Namun karena Covid-19, saat ini banyak orang di DC yang bekerja dari rumah dan membuat metro di kota tersebut sepi penumpang.

Baca juga: Tekan Penyebaran Virus Corona, Social Distancing di Transportasi Umum Harusnya Pikirkan Soal Jarak Antrian

12. Stasiun Liverpool Street di London, Inggris, memiliki sekitar 123 juta penumpang setiap tahun. Namun stasiun mengalami penurunan pengunjung yang drastis pada 24 Maret, hari pertama penguncian paksa di Inggris.

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

- Advertisment -

Yang Terbaru