[Video] Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Serba Apik Namun Low Speed

Tiga artikel video telah kami rilis tentang kereta api bandara Soekarno-Hatta, dan di artikel keempat ini kami sedikit menyinggung tentang kinerja kereta bandara listrik pertama di Indonesia ini. Jika dibandingkan dengan kereta bandara Kualanamu di Sumatera Utara yang menggunakan energi diesel, maka kereta bandara Soekarno-Hatta mengandalkan pasokan energi listrik yang disuplai dari dua gardu traksi yang saling terintegrasi dan terkontrol secara terpusat.

 [Video] Intip Fasilitas di Dalam Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Perlu juga Anda ketahui, sebagian besar lintasan kereta bandara ini menggunakan rel eksisting, artinya jalur track yang digunakan bersama-sama dengan KRL Jabodetabek. Namun tak semuanya, kereta bandara Soekarno-Hatta juga menggunakan trek baru dengan jalur ganda atau double track sepanjang 12 kilometer. Persisnya track baru dimulai dari Stasiun Batu Ceper hingga Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

Sebagian jaringan listriknya mengadopsi teknologi Overhead Conductor Rail yang digarap oleh anak perusahaan PT KAI dan untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia. Kereta ini di produksi oleh BUMN PT INKA dengan dukungan teknologi dari Bombardier Transportation, perusahaan asal Kanada. Jangan bandingkan kereta bandara Soekarno-Hatta dengan kereta bandara Arlanda Express di Stockholm, Swedia yang bisa melaju hingga 200 kilometer per jam. Justru kecepatan maksimum kereta bandara Soekarno-Hatta ada di rentang 60 sampai 70 kilometer per jam, bahkan tak jarang kecepatan ada di kisaran 40 kilometer per jam.

Baca juga: Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Kereta Bandara Tercepat

Nah, lebih lengkapnya, berikut penuturan kinerja kereta bandara Soekarno-Hatta yang kami tuangkan dalam video di bawah ini.