Travis Kalanick, salah satu pendiri dan mantan CEO Uber meminta maaf pada pegemudi Uber Fawzi Kamel beberapa jam setelah video dirinya yang berargumen menjadi viral. Karena hal ini, Kalanick kemudian bersama beberapa eksekutif Uber lainnya memikirkan gagasan untuk meminta maaf serta membeli mobil pengemudi tersebut untuk menyelesaikan masalah.
Baca juga: Travis Kalanick dan Garrett Camp, Dua Inovator Dibalik Nama Besar Uber
Dalam video yang viral pada Februari 2017 lalu, Kamel mengeluh bahwa dirinya membeli mobil khusus untuk dikendarai Uber, tapi perusahaan tersebut menurunkan harga sehingga membuat dirinya sulit mencari penghasilan. Kalanick mengklaim Uber tidak menurunkan tarif pada layanannya.
“Anda tahu apa? beberapa orang tidak suka bertanggung jawab atas omong kosong mereka sendiri. Mereka menyalahkan segalanya dalam hidup mereka pada orang lain,” ujar Kalanick yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman recode.net (16/1/2018).
Setelah beberapa jam video tersebut muncul, Kalanick meminta maaaf kepada pengemudi tersebut dan kurang dari 48 jam kemudian dirinya kembali bertemu lagi dengan Kamel. Sebelum benar-benar menyelesaikan masalahnya, Kalanick bertemu dengan para petinggi Uber lain untuk mendiskusikan membeli dua mobil Kamel untuk memperbaiki masalah yang diucapkan dalam video tersebut.
Di sebuah apartemen mewah di San Francisco, Kalanick menghabiskan waktu selama satu jam dengan Kamel dan mengungkapkan penyesalan dan perilakunya saat itu serta banyak masalah yang mereka diskusikan dalam video tersebut.
“Travis bertemu dengan Kamel dan melakukan diskusi di mobil Kamel, di mana dia meminta maaf atas perilakunya dan keduanya melakukan diskusi yang konstruktif. Travis menghargai percakapan itu dan menganggapnya lebih memahami perspektif masing-masing orang. Pertemuan berakhir dengan catatan positif, dan Travis menghargai keterbukaan dan pemberian maaf dari Kamel,” kata juru bicara Kalanick dalam sebuah pernyataan.
Dalam video tersebut juga Kamel sempat berargumen “Tapi orang tidak mempercayaimu lagi. Saya kehilangan US$97 ribu karena Anda. Aku bangkrut karena Anda mengubahnya setiap hari.”
Tapi setelah pertemuan tersebut, tidak jelas apakah Kalanick benar-benar mengajukan tawaran pada Kamel atau tidak. Namun, seorang sumber mengatakan, mantan penasihat hukum Salle Yoo bertindak cepat dan memperjelas bahwa Kalanick harus menggunakan uangnya sendiri dan memberi perantara kesepakatan dengan penasihat hukumnya sendiri bukan melalui Uber.
Baca juga: Uber Tak Lagi Ilegal di Uni Eropa, Indonesia Kapan Bisa Terapkan Aturan Serupa?
Atas masalah ini pihak Uber dan Kamel pun tak berkomentar apapun. Argumen antara Kalanick dengan Kamel bukan hanya momen penting bagi mantan CEO Uber tersebut, melainkan bagi karyawan dan yang jelas adalah hubungan perusahaan dengan pengemudi membutuhkan perbaikan. Beberapa bulan sebelum Kalanick mengundurkan diri sebagai CEO Uber (Juni 2017) dan video tersebut viral, Uber sendiri sudah mulai melakukan kampanye agar pengemudi kembali bersama mereka.