Turbulensi, Guncangan Saat Mengudara Yang Tak Perlu Ditakuti

ilustrasi turbulensi. sumber: saibumi.com

Untuk seorang yang sering terbang menggunakan pesawat sekali pun, turbulensi masih menjadi momok yang menakutkan bagi mereka. Bahkan, dalam sebuah literatur menyebutkan bahwa turbulensi merupakan penyebab paling umum yang mengakibatkan penumpang udara di Amerika cidera. Tercatat, sekitar 58 orang mengalami cidera setiap tahunnya yang diakibatkan oleh turbulensi.

Baca Juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik

Dalam sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa 18 Juni 2017 lalu, sebanyak 26 orang terluka, empat diantaranya mengalami cidera serius setelah maskapai China Eastern yang bertolak dari Paris menuju Kunming Changshui International Airport diterpa guncangan turbulensi yang cukup hebat. Lalu, sampai kapan turbulensi terus menghantui para penumpang udara? Apakah itu harus selalu ditakuti?

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk, Kapten British Airways, Steve Allright mengatakan bahwa ada banyak faktor yang dapat menimbulkan turbulensi, namun semua itu sudah dikuasai oleh para pilot, dan mereka mengetahui masing-masing cara untuk mengatasinya. “Turbulensi memang tidak nyaman, namun tidak berbahaya. Ini adalah bagian dari terbang, dan tidak perlu ditakuti,” ungkap Steve. “Berbagai aspek cuaca menyebabkan berbagai jenis turbulensi, dan yang paling umum dirasakan adalah Clear Air Turbulence (CAT),” imbuhnya.

“Jika Anda ketakutan menghadapi turbulensi, ingatlah bahwa pesawat dirancang sedemikian rupa sehingga tidak dapat di terbalikkan seperti yang Anda lihat di film-film,” ungkap Patrick Smith, seorang pilot kawakan berkewarganegaraan Amerika dan juga seorang penulis Cockpit Confidential, sebuah buku tentang perjalanan udara. “Saya mengakui bahwa turbulensi yang kuat pada akhirnya mengakibatkan kerusakan pada struktur pesawat dan cidera pada para penumpang. Sehubungan dengan kasus terakhir itu, kemungkinan orang-orang yang jatuh atau terpental dari bangkunya karena mereka tidak menggunakan sabuk pengaman,” imbuhnya menanggapi insiden yang dialami maskapai China Eastern tersebut.

Sementara itu, Steve mengatakan bahwa Anda tidak dapat melihat CAT, tidak dapat mendeteksinya di radar, dan tidak dapat memperkirakannya secara akurat, namun ada cara lain untuk menghindarinya. “Kita bisa mendengarkan laporan dari pesawat lain yang kita dengar secara langsung atau melalui Air Traffic Controller (ATC), terdapat beberapa opsi yang dapat kita pilih dari situ. Kita bisa melewati jalur mulus tersebut, namun pertimbangannya adalah ada pesawat lain yang berada di ketinggian yang sama, atau tetap berada di jalur penerbangan kita, namun kita tidak mengetahui apakah jalur tersebut mulus,” terang Steve.

Baca Juga: AirAsia X Tujuan Kuala Lumpur Alami Turbulensi, Lima Penumpang Terluka

Patrick mengatakan bagi Anda yang sedikit trauma dengan turbulensi, Anda bisa memilih duduk di dekat kaca samping sayap pesawat. “Karena di situ merupakan titik paling dekat dengan center of lift dan center of grafity,” terangnya.

Bagi seorang pilot, turbulensi ringan akan terasa seperti jalan bergelombang saja, akan tetapi turbulensi ringan ini akan terasa sangat menakutkan bagi penumpang yang penakut. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan aman. Ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kami, seorang pilot.” Tutup Steve.