Tunggu Investor, Kendaraan Berbentuk UFO Siap Mengudara

Sumber: dailymail.co.uk

Penggunaan drone sebagai salah satu moda angkutan dewasa ini menjadi topik pembicaraan serius di berbagai Negara di seluruh dunia. Selain diusung-usung sebagai moda transportasi masa depan, keberadaan drone ini juga sudah mulai diuji coba di beberapa Negara, membuktikan bahwa pemerintah Negara yang bersangkutan serius dalam pengadaan salah satu sarana transportasi futuristiknya tersebut. Tidak hanya diperuntukkan sebagai pengangkut penumpang, seperti halnya di Swiss, drone ini juga digunakan untuk mengantarkan hasil sampel laboratorium dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya.

Namun, dari sekian banyak Negara yang mengadopsi drone sebagai moda angkutan, IFO (Identified Flying Objects) menarik perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, drone yang nantinya akan digunakan untuk membawa penumpang itu berbentuk layaknya sebuah UFO (Unidentified Flying Objects). Adalah Pierpaolo Lazzarini, seorang berkebangsaan Italia yang merancang drone ini. Pria yang bekerja untuk Jet Capsule ini merancang sedemikian rupa sehingga keselamatan penumpang yang menaikinya dapat diutamakan.

Sumber: dailymail.co.uk
Sumber: dailymail.co.uk

Drone ini memiliki 8 baling-baling berdaya listrik yang mengitari kabin penumpang dan dapat melaju dengan kecepatan maksimum hingga 193 km per jam. Selain itu, IFO juga dapat terbang dengan ketinggian rata-rata dari sebuah helikopter. Ukuran drone berkapasitas 2 orang ini terbilang cukup besar, yaitu memiliki tinggi sekitar 3 meter dan diameter kokpit sekitar 2 meter. Layaknya gambaran sebuah UFO yang biasa Anda lihat di film-film, bagian kokpit dari drone ini sungguh futuristik dengan 2 buah tuas kemudi lengkap dengan 2 buah layar kemudi di depan tuas tersebut. Juga terdapat 2 buah bangku kemudi yang menghiasi bagian dalam dari drone tersebut.

Sumber: dailymail.co.uk
Sumber: dailymail.co.uk

Ketika mendarat, 6 kaki-kaki kokoh menopang badan drone dan bagian kokpit akan turun menggunkan mesin elevator sehingga penumpng tidak perlu kesusahan untuk menaiki atau turun kendaraan masa depan ini. Selain menggunakan elevator, penumpang juga dapat menggunakan sebuah tangga canggih yang terpisah dengan badan drone. Tangga tersebut akan mengeluarkan sebuah jalur khusus yang menghubungkan dengan kokpit, lalu pintu kokpit akan terbuka dan penumpang bisa turun melalui tangga itu. Fungsi dari jalur khusus tersebut adalah mencegah sayap drone patah karena diinjak oleh penumpang saat turun.

Sumber: dailymail.co.uk
Sumber: dailymail.co.uk

Dalam keadaan darurat, drone yang memiliki kapasitas baterai cadangan pada bagian kokpitnya ini secara otomatis akan melepaskan bagian baling-baling dan mengeluarkan parasut. IFO dapat menempuh perjalanan hingga sekitar 70 menit dan harus kembali diisi ulang ketika daya sudah habis. Berdasarkan pada data yang dihimpun dari dailymail.co.uk, Lazzarini mengaku tidak terlalu banyak merubah setelan dari drone tersebut. “Drone ini dikendalikan dari dalam (kokpit) sehingga dapat mencapai ketinggian yang sama dengan sebuah helikopter,” tuturnya kepada dailymail.co.uk, Senin (27/3/2017). “Saat ini saya tengah mencari investor untuk mewujudkannya. Teknologi ini akan segera dipasarkan,” tambahnya pada kesempatan yang sama. Hingga berita ini diturunkan, belum ada waktu pasti kapan drone dapat mulai mengudara.