Tingkatkan Kualitas Layanan, MRT Singapura Gandeng McLaren Gunakan Teknologi Formula 1

Libursantai.com

Moda transportasi massal semakin hari semakin berkembang dengan adanya minat ditambah antusias masyarakat yang menggunakannya setiap hari. Kehadiran Mass Rapid Transit (MRT) di Singapura yang menunjang transportasi masyarakatnya membuat SMRT selaku operator berupaya meningkatkan kualitas layanannya.

Baca juga: Tempatkan Tenaga Ahli di Kereta Nirawak, MRT Singapura Mampu Saingi Kinerja Sistem Metro Taipei

SMRT baru-baru ini menggandeng McLaren Applied Technologies yang merupakan bagian dari tim Formula 1 (F1) untuk bekerja sama dalam solusi pemantauan motor, rem, sistem pneumatik dan gearbox di kereta MRT Singapura. SMRT mengatakan, data yang ada nantinya digunakan untuk pengambilan keputusan sehingga layanan bisa lebih optimal.

KabarPenumpang.com melansir dari channelnewsasia.com (15/3/2018), bahwa pemantauan semacam ini menurut SMRT biasa digunakan oleh mobil balap F1 untuk memberikan informasi penting yang berasal dari pengambilan data secara spesifik dan real time pada kru dan teknisi F1.

“Di Singapura, SMRT telah merintis pengembangan sensor pemantauan kondisi rel untuk meminimalkan gangguan pada layanan komuter kami, mengoptimalkan kinerja kereta api dengan mendeteksi dan memperbaiki masalah yang muncul lebih dini. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan McLaren Applied Technologies untuk meningkatkan kemampuan ini lebih jauh, menggabungkan keahlian teknik kami di bidang kereta api dengan kemampuan mereka yang terbukti memanfaatkan sensor, telemetri dan perangkat lunak di motorsport,” ujar CEO SMRT Desmond Kuek.

Kuek mengatakan, teknologi McLaren ini akan disesuaikan dan dipasang pada kereta SMRT akhir tahun 2018. Sementara itu, McLaren Group Acting CEO Dick Glover mengatakan, pihaknya sangat antusias dan menyambut baik kerja sama dengan SMRT.

“Kami sangat antusias untuk mengikuti langkah pertama ini di Singapura bersama SMRT, bekerja sama untuk menyesuaikan teknologi motorsport kami yang telah terbukti untuk mengoptimalkan kinerja armada dan memberikan perbaikan berkesinambungan terhadap pengalaman penumpang,” ujar Glover.

Baca juga: Remajakan Armada, MRT Singapura Adopsi Kursi Lipat Guna Antisipasi Lonjakan Penumpang

Diketahui, MRT Singapura kini mulai berbenah setelah beberapa masalah yang membuat layanannya terganggu pada tahun 2017 kemarin. Salah satunya adalah terowongan MRT yang tergenang banjir antara stasiun Bishan dan Braddell dan melumpuhkan perjalanan MRT selama 20 jam.

Tak hanya itu, masalah tabrakan antar sesama kereta MRT pada November 2017 lalu juga mengakibatkan 29 orang luka-luka. Sehingga operasional di jalur stasiun Joo Koon menuju Tuas Link dihentikan seharian.